Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 08:50 WIB
Sekolah dan Siswa Tunggu Kepastian UN
Yulvianus Harjono | made | Senin, 30 November 2009 | 18:43 WIB
|
Share:

LASTI KURNIA/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Pengamat pendidikan sepaham, selama aplikasi standar belajar mengajar belum merata secara nasional, jangan pernah lagi menggelar evaluasi nasional, karena hal itu melanggar hak asasi generasi muda Indonesia.

TERKAIT:

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala sekolah, guru, dan siswa menunggu kepastian jadi tidaknya dilaksanakan ujian nasional (UN) tahun 2010. Di tengah kebingungan ini, siswa-siswa dan sekolah diminta tetap melaksanakan persiapan UN seperti biasanya.

"Terus terang aja, kita pun bingung, UN mau diadakan atau tidak. Tetapi, kami tetap waspada saja, tetap belajar untuk persiapan (UN)," tutur Lily Nurfitria (17), siswa kelas XII SMAN 20 Kota Bandung, Senin (30/11).

Seperti diketahui, Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan yang menolak permohonan kasasi pemerintah terkait pelaksanaan UN. Pemerintah diwajibkan melakukan pemerataan kualitas sarana prasarana, guru, dan informasi terlebih dahulu sebelum menyelenggarakan UN.

Namun, atas putusan MA ini, pemerintah belum mengambil sikap tegas, apakah akan mematuhi aturan ini atau melakukan upaya hukum terakhir, yaitu peninjauan kembali. Informasi terakhir menyebutkan, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh berancang-ancang mengajukan PK.

"Dengan demikian, penyelenggaraan UN tahun 2010 simpang siur. Dulu, isunya UN mau dimajukan sebulan, menjadi bulan Maret. Kita sempat pontang-panting. Sekarang, menjadi tidak jelas menyusul Putusan MA. Tidak adanya kepastian membuat kami bingung," tutur Agus Setia Muladi, guru Matematika di SMAN 5 Kota Bandung.

Di tengah ketidakpastian ini, sekolah pun berinisiatif tetap melakukan persiapan atau pemantapan UN seperti tahun-tahun sebelumnya. "Ada tidaknya UN nantinya, kami tetap lah belajar dan lakukan persiapan diri. Setidaknya, untuk fokus pemantapan persiapan masuk ke perguruan tinggi jikalau UN tidak jadi diadakan," tutur Agus kemudian.

Ia berharap, kepastian jadi tidaknya diadakan UN dapat segera diperoleh sekolah. Sebab, waktu persiapan UN - jika jadi dilaksanakan - kian mepet. Menurut jadwal, UN dilakukan mulai Maret. Atau, dimajukan sebulan lebih cepat dari tahun sebelum-sebelumnya.

Hingga kini, sekolah maupun Dinas Pendidikan di daerah juga belum menerima surat tertulis dari pemerintah pusat mengenai kepastian penyelenggaraan UN tahun 2010. "Terpaksa kita tunggu saja dulu surat tertulisnya. Pemerintah belum menentukan sikap resmi," tutur Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Wahyudin Zarkasyi.

Meskipun UN belum pasti dilaksanakan, Wahyudin meminta sekolah, guru, dan murid tetap mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pemantapan atau pelajaran tambahan mestinya tetap diberikan kepada siswa calon peserta UN. "Bagaimanapun, ini (pemantapan) kan bagus dilaksanakan. Bisa memacu belajar di kalangan siswa. Sambil menunggu kepastian, tetap laksanakan ini seperti biasa," katanya.