BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Jawa Barat Dedi Indrayana mengatakan, sekolah harus bisa tetap tenang menyikapi ketidakpastian pelaksanaan UN tahun depan, termasuk soal berbagai kemungkinan perubahan format ujian.
"Sekolah tidak bisa terpengaruh pro kontra UN. Harus tetap bisa komitmen pada peserta didik. Caranya, ya dengan persiapan semaksimal mungkin. Bagaimanapun, ujian nasional kan baik untuk pemetaan kualitas siswa," tutur Kepala SMKN 8 Kota Bandung ini.
Di SMKN 8 Kota Bandung, pemantapan UN telah dilakukan sejak awal semester VI. Materi tambahan diintegrasikan ke dalam pelajaran normal. "Jam pelajarannya yang ditambahkan langsung. Misalnya, matematika dari empat jam menjadi lima jam seminggu," ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi mengatakan, sambil menunggu turunnya petunjuk teknis tentang UN tahun 2010, sekolah dan guru sebaiknya tetap mempersiapkan diri menghadapi UN sebaik mungkin.