Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 10:15 WIB
Tiga Sekolah di Palu Disegel Warga
Taufiq Zuhdi | tof | Kamis, 3 Desember 2009 | 01:37 WIB
|
Share:

PALU, KOMPAS.com - Tiga unit sekolah masing-masing Sekolah Dasar Negeri Inpres I dan II, serta satu taman kanak-kanak yang terletak di Kelurahan Lasoani, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, disegel warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Penyegelan ketiga sekolah pada Rabu pagi itu dilakukan dengan cara menutup pintu masuk sekolah dan memasang tanda peringatan "disegel". Menanggapi aksi ini, pihak sekolah, pemerintah kecamatan serta dinas pendidikan dan pengajaran menggelar pertemuan untuk mencari solusi agar para siswa tidak telantar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ardiansyah Lamasitudju kepada para pemilik lahan, mengatakan, pihaknya akan melaporkan kasus ini kepada Wali Kota Palu, Rusdi Mastura untuk segera diselesaikan. Apalagi, dalam waktu dekat, para murid akan menghadapi ujian semester dan ujian nasional.
    
Akibat penyegelan tersebut membuat ratusan murid tidak dapat mengikuti aktivitas belajar mengajar. Begitu juga dengan para gurunya, tak dapat berbuat apa-apa.
    
Warga yang mengaku pemilik lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi itu, mengaku belum menerima ganti rugi tanah dari Pemerintah Kota Palu selama lokasi tersebut dijadikan sekolah sejak lebih dari 10 tahun lalu. Status tanah tempat sekolah dibangun dahulunya hanya dipinjamkan, namun belum ada penyerahan secara resmi dengan pemerintah terkait.

Aksi penyegelan oleh pemilik lahan itu mendapat kawalan ketat dari aparat kepolisian setempat. Namun pemilik tanah mengancam akan kembali menyegel jika perjanjian ganti rugi tidak segera direalisasikan. Mereka mengaku sudah dua kali melakukan penyegelan di lahan tersebut namun belum ada ganti rugi.

Sumber :
ANT