Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 06:30 WIB
UN Dipercepat, Guru Terpaksa "Ngebut"
Nisa | made | Senin, 7 Desember 2009 | 15:56 WIB
|
Share:

DODDY VLADIMIR/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Pembelajaran menjadi tidak maksimal. Materi harus dikebut dua bulan lebih cepat daripada jadwal seharusnya. Dalam hal ini, peserta didik kembali yang dikorbankan.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kebijakan baru pemerintah mengenai dipercepatnya jadwal Ujian Nasional yang semestinya berlangsung bulan April atau Mei, tahun 2010 berubah menjadi Maret. Hal ini disayangkan oleh para murid dan guru yang akhirnya hanya menjadi obyek dalam kebijakan tersebut.

"Setiap kebijakan yang dikeluarkan kami (guru) tidak pernah diikutsertakan. Kami jadi seperti obyek saja," ungkap Humas SMAN 13 Jakarta, Retno Listyarti, saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/12).

Ia menyatakan kekecewaannya karena jadwal UN yang dipercepat mengakibatkan guru harus ngebut dalam menyampaikan materi-materi di kelas. "Materi di SK dan KD kurikulum sendiri baru selesai bulan Juni, jadi kalaupun mau ngebut bisa diselesaikan bulan Mei," kata Retno.

Dengan demikian, pembelajaran menjadi tidak maksimal. Materi harus dikebut dua bulan lebih cepat daripada jadwal seharusnya. Dalam hal ini, peserta didik kembali yang dikorbankan. "Ini namanya merenggut hak anak. Seperti tidak paham anak," tandasnya.

Lanjut Retno, siswa-siswanya juga mengungkapkan keberatannya kepada pihak sekolah terkait dengan jadwal UN yang dimajukan tersebut. "Anak-anak juga protes kepada pihak sekolah. Katanya, kenapa kepala sekolah tidak protes? Kenapa kami tidak ditanya saja?" tuturnya.

Retno menyesalkan kebijakan tersebut. Menurutnya, bagaimanapun anak-anak tetap tidak punya pilihan sekalipun mereka kecewa.