Dijajaki, Universitas Abdurrahman Wahid - Kompas.com

Dijajaki, Universitas Abdurrahman Wahid

Kompas.com - 08/01/2010, 06:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PB IKA PMII menjajaki pendirian Universitas Internasional Abdurrahman Wahid. Universitas itu diharapkan jadi wadah pengembangan pemikiran mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid tentang pluralisme dan Islam inklusif.

Rencana pendirian perguruan tinggi tersebut dikemukakan Sekretaris Jenderal PB IKA PMII Effendy Choirie, Ketua PB IKA PMII Muchtar Effendi, dan Wakil Sekjen PB IKA PMII A Malik Haramain di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/1/2010). ”Ada ide, pemikiran Gus Dur menjadi mata kuliah dua semester di setiap jurusan,” ujar Muchtar.

Effendy Choirie menambahkan, universitas itu akan menggunakan konsep asrama. ”Dalam satu kamar, mahasiswa Muslim bercampur dengan non-Muslim,” kata Effendy.

Sementara, kemarin, Bupati Jombang Suyanto, di Surabaya, mengatakan akan mengganti nama Jalan Merdeka di Jombang jadi Jalan Abdurrahman Wahid.

Selain membuat nama Jalan Abdurrahman Wahid, Pemerintah Kabupaten Jombang akan membangun fasilitas umum di makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Di Magelang, Jawa Tengah, Rabu malam, H Yusuf Chudlori, pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo, Kabupaten Magelang, mengatakan, penghargaan terhadap Gus Dur yang cukup penting adalah meneruskan semangat dan perjuangan Gus Dur dengan berani berkata jujur sekalipun menyakitkan, melindungi kaum minoritas, dan menerima, toleran menyikapi segala perbedaan.

Acara doa bersama untuk Gus Dur sampai kemarin terus berlangsung di sejumlah tempat, seperti di Magelang, Tegal, Cirebon, dan Denpasar (Bali). Mereka juga menyerukan agar Gus Dur segera diangkat sebagai pahlawan nasional. (ABK/EGI/AYS/NIT/BUR)

Editorjimbon
Close Ads X