UPH Konsisten Terapkan Aturan Bebas Rokok dan Bebas Narkoba di Kampus - Kompas.com

UPH Konsisten Terapkan Aturan Bebas Rokok dan Bebas Narkoba di Kampus

Kompas.com - 18/01/2010, 15:44 WIB

Tangerang, KOMPAS.com -  Rektor Universitas Pelita Harapan Jonathan L Parapak menegaskan, UPH sangat konsisten menerapkan lingkungan bebas rokok di lingkungan kampusnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sehat dan nyaman bagi setiap orang di kampus UPH, serta merupakan upaya mencetak generasi muda berkualitas. Siapa saja yang melanggar aturan ini, akan ditindak tegas, mulai ditegur sampai dikeluarkan dari UPH.
 
Hal ini ditegaskan Parapak saat mendampingi Menko Kesra Agung Laksono meresmikan kampanye "Stay Away" di kampus UPH, Lippo Village, Tangerang, Banten, Senin (18/1/10). Kampanye Stay Away merupakan ajakan kepada generasi muda untuk menghindari hal-hal yang dapat merusak diri dan masa depan mereka, seperti merokok, narkoba, seks bebas, dan HIV AIDS. Kampanye ini digagas Universitas Pelita Harapan dan PT Matahari, serta didukung BNN ( Badan Narkotika Nasional), WITT (Wanita Indonesia Tanpa Tembakau) serta YCAB (Yayasan Cinta Anak Bangsa).

Terhadap langkah yang sudah dilakukan UPH, Menko Kesra Agung Laksono memberikan dukungan penuh. ”Perlu ada sosialisasi serta tindakan nyata ke sekolah-sekolah untuk menggalakkan hal ini. Saya tentu saja gembira dan sangat mendukung, karena pemerintah tidak mungkin melakukan semua ini sendirian,” tambahnya.

Hal ini penting dilakukan karena kebanyakan para anak muda tidak sadar ada bahaya yang mengancam di dalam pergaulan mereka. Hasil penelitian tentang HIV AIDS yang dilaporkan hanya 42 kasus. Padahal kenyataannya hampir 300 ribu orang terinveksi HIV. Sudah saatnya ada pergerakan nasional untuk menurangi HIV sampai ke titik 0,” ujarnya.

Kampanye ini dilakukan di lingkungan kampus UPH di antaranya dengan mengumpulan 1.000 tanda tangan untuk mendukung kampanye Stay Away. Program lainnya dibentuk duta Stay Away yang terdiri dari perwakilan siswa dari berbagai SMA. Mereka akan diikutsertakan dalam berbagai program Stay Away sehingga para siswa tersebut dapat melakukan pendekatan secara persuasif terhadap teman-temannya. Imbauan dan ajakan untuk mendukung dan berpartisipasi juga dilakukan melalui berbagai media seperti  gelang karet berwarna kuning bertuliskan Stay Away berwarna hitam, t-shirt, poster, flyer, iklan dan sebagainya

Sosialisasi kampanye Stay Away sudah dilakukan sejak Mei 2009. ”Sampai saat ini seminar Stay Away sudah dilakukan di 12 sekolah dan masih terus akan dilakukan ke sekolah-sekolah lainnya di Jabodetabek,” jelas Lorens, Manager Marketing UPH.  ”Kami juga mengadakan training for trainer oleh tim penyuluhan dari Departemen Kesehatan  dan YCAB untuk guru-guru BP dari 20 SMA. Tujuannya agar dapat menjelaskan bahaya rokok, narkoba, minuman keras dan seks bebas, serta mengarahkan siswa kepada kegiatan positif ,” tambahnya.
 
Hadir dalam acara ini Irjen. Pol Bambang Abimanyu (Sekretaris  Badan   Narkotika Nasional ( BNN) Pusat), Nita Yudhi MBA.(Ketua Umum Wanita Indonesia Tanpa Tembakau-WITT), Veronica Colondam (CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa-YCAB), Prof. Toho Cholik Mutohir MA., Ph.D (Ketua Indonesian Floorball Association-IFA)

Olahraga Floorball

Terkait dengan cabang olahraga Floorball yang merupakan bagian dari kegiatan kampanye Stay Away, Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, Indonesia sebagai salah satu negara besar di Asia harus mampu mengejar ketertinggalan dalam bidang olahraga. Selain alasan kesehatan, olahraga juga berguna untuk mencegah kaum muda melakukan hal-hal yang dapat menghancurkan masa depan mereka.
 
Olahraga Floorball yang berasal dari negara Swedia ini dimainkan enam orang, dan akan segera dipopulerkan di Indonesia. Menurut Prof. Toho Cholik Mutohir, Ketua Umum IFA (Indoneisan Floorball Association), olahraga ini bukan hanya mengandalkan aktifitas fisik semata, tapi juga dapat menumbuhkan mental yang sportif. ” Floorball merupakan miniatur kehidupan. Banyak nilai-nilai di dalamnya sengaja dibentuk untuk menyiapkan generasi muda menjadi kuat secara fisik, mental dan spritual. Ini akan sangat bermanfaat bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Dalam rangkaian kampanye Stay Away, UPH mengundang guru-guru dan siswa SMA se- Jabodetabek pada dua hari kedepan berturut-turut untuk mengikuti training floorball oleh tim IFA. Diharapkan kegiatan olahraga ini akan berguna bagi para peserta, serta dapat disosialisasikan ke sekolah mereka masing-masing. Dengan demikian secara tidak langsung mengurangi kesempatan para pelajar melakukan hal-hal yang negatif.  

Editorksp