Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 02:23 WIB
Sejak Dini, Ajarkan Anak Didik Hargai Uang
Latief | Glo | Kamis, 21 Januari 2010 | 14:30 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com -Untuk mendidik siswa menjadi seorang entrepreneur, hal paling mendasar yang harus ditanamkan adalah bagaimana anak didik menghargai uang dan selalu bertanggung jawab terhadap uang yang dikeluarkannya.

Sejak dini, konsep manajemen keuangan dan dasar-dasar entrepreneurship sudah harus ditanamkan pada anak didik. Hal tersebut diharapkan akan membentuk jiwa dan karakter anak didik yang disiplin, selalu bertanggung jawab, serta tidak pantang menyerah.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia (PJI) Marzuki Darusman di sela peluncuran Program Junior Achievement More than Money di SMPN 1 Cikini, Jakarta, Kamis (21/1/2010).

Program tersebut, menurut Marzuki, merupakan program yang bersifat simulatif untuk mengenalkan siswa tentang cara-cara memeroleh, membelanjakan, memberi, menabung/menyimpan, serta menciptakan usaha-usaha yang dapat menghasilkan uang. "Sebetulnya program ini juga untuk mendukung upaya pemerintah yang tengah menggalakkan pendidikan karakter dan kewirausahaan," ujar Marzuki.

Untuk itu, kata Marzuki, program yang digulirkan atas inisiatif HSBC ini diperuntukkan hanya bagi anak didik usia 7-11 tahun. Di Indonesia, program ini sedianya dilaksanakan di tujuh SMP Negeri di Jakarta, yaitu SMPN 1, SMPN 218, SMPN 154, SMPN 58, SMPN 137, SMPN 156, serta SMPN 8.

"Usia mereka sudah perlu diperkenalkan lebih jauh, karena pembekalan ilmu pengelolaan keuangan ini sebetulnya pembelajaran mengenai konsep-konsep manajemen keuangan yang kelak terus mereka butuhkan di kemudian hari. Hanya saja, di taraf ini formatnya disesuaikan dengan kemampuan dan usia mereka, yaitu menggunakan 'game'," ujar Marzuki.