Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 02:29 WIB
Duh... Padang Masih Manfaatkan Kelas Darurat
LTF | latief | Rabu, 27 Januari 2010 | 17:44 WIB
|
Share:

M.LATIEF/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Secara keseluruhan siswa baru belum bisa ditampung pada kelas yang baru atau dibangun baru.

TERKAIT:

PADANG, KOMPAS.com - Memasuki tahun ajaran baru tahun 2010 ini, Pemerintah Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), kemungkinan masih menggunakan ruang kelas darurat antara lain tenda darurat atau ruang kelas yang dibangun dari triplek.

Pada tahun ajaran baru Juli 2010 nanti, Kota Padang masih menggunakan ruang kelas darurat. Secara keseluruhan siswa baru belum bisa ditampung pada kelas yang baru atau dibangun baru.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Muhammad Nur Amin, di Padang, Rabu (27/1/2010). Pernyataannya itu terkait dengan keinginan Walikota Padang agar seluruh pelajar akan menempati ruang kelas baru pada tahun ajaran baru 2010.

Pascagempa sampai hari ini tercatat, sebanyak 1.118 ruang kelas di Padang rusak parah. Menurutnya, hingga kini ruang kelas darurat masih banyak dipakai dalam proses belajar mengajar di Padang.

"Akan tetapi, Pemkot Padang bersyukur terkait bantuan untuk perbaikan ruang kelas yang rusak baik dari pemerintah, donatur dalam negeri dan luar yang terus mengalir," katanya.

Setelah UN

Nur mengatakan, penggunaan bantuan yang mengalir ke kas Pemkot Padang untuk pembangunan sekolah-sekolah tersebut akan dilakukan merujuk pada Peraturan Walikota (Perwako). Perwako, katanya lagi, sudah selesai diterbitkan dan hanya menunggu salinannya dari Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah.

Dia menjelaskan, sebagian bantuan dari pemerintah kabupaten dan kota sudah direalisasikan dengan adanya peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas yang rusak. Sementara itu, bantuan JICA untuk pembangunan ruang kelas yang rusak akan dimulai pada April 2010 dan direncakan selesai pada April 2011.

Nur menambahkan, masih ada bantuan lainnya yang sedang dalam pelaksanaan tender serta penyiapan administrasi. Dia mengatakan, tercatat sebanyak sembilan unit kelas sedang dilakukan rekonstruksi dan rehabilitasi. Sementara itu, daya tampung kelas dalam tahun ajaran baru 2010 baru bisa diketahui setelah Ujian Nasional (UN) dilaksanakan pada Maret 2010.

Sumber :
Ant