Yogyakarta, Kompas - Untuk membudayakan gemar membaca dan mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat, sepuluh pusat kesehatan masyarakat di DIY kini dilengkapi perpustakaan. Sambil menunggu proses berobat, pasien dan pengantarnya bisa membaca dan meminjam buku di perpustakaan puskesmas.
"Walaupun belum semua puskesmas memiliki perpustakaan, keberadaan perpustakaan ini diharapkan mendorong minat baca masyarakat," ujar Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX, saat meresmikan 10 perpustakaan puskesmas di kantor Gubernur DIY, Yogyakarta, Rabu (3/2). Hadir juga dalam acara itu Bupati Kulon Progo Toyo S Dipo dan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto.
Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Sri Sularsih mengatakan, program perpustakaan puskesmas ini mendukung program perpustakaan desa yang sudah dijalankan. "Di puskesmas banyak masyarakat yang berobat. Kalau ada perpustakaan, mereka bisa memanfaatkan untuk menimba ilmu dari berbagai buku yang disediakan," katanya.
Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY Kristiana Swasti mengatakan, pengembangan perpustakaan puskesmas merupakan hibah dari Perpustakaan Nasional sebesar Rp 2,4 miliar. "DIY merupakan satu dari 10 provinsi yang mendapatkan bantuan itu," ucapnya.
Kesepuluh puskesmas itu ada di Tegalrejo dan Jetis (Yogyakarta), Piyungan dan Jetis I (Bantul), Galur II dan Sentolo I (Kulon Progo), Ponjong I dan Playen (Gunung Kidul), Sleman dan Mlati II (Sleman).
Masing-masing puskesmas mendapat bantuan 750 judul buku dengan jumlah total 1.500 eksemplar. Selain buku, ada bantuan penunjang seperti printer, pendingin ruangan, dan televisi layar datar.
"Tahun 2010, puskesmas itu akan mendapatkan tambahan bantuan 375 judul buku sebanyak 750 eksemplar," kata Kristiana.
Menurutnya, 10 puskesmas itu merupakan proyek percontohan yang dipilih dengan kriteria seperti jumlah pengunjung terbanyak, jam layanan terlama, dan memiliki ruang untuk perpustakaan.
Herry Zudianto menilai, untuk meningkatkan gemar membaca, perpustakaan masyarakat tingkat RW lebih efektif. Pemerintah Kota Yogyakarta akan memperbanyak jumlah perpustakaan rukun warga atau disebut taman bacaan masyarakat di Kota Yogyakarta. "Di kalangan bawah, gemar membaca sangat kurang, gap itu sangat besar," ujarnya. (RWN) Grafis: Novan Puskesmas di DIY (Sumber: Dinas Kesehatan DIY, 2008)

