JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang pelaksanaan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN), Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar tes diagnostik kompetensi guru.
Kegiatan ini serempak dilakukan di lima wilayah Ibu Kota, selama dua hari, yakni dari Jumat (5/2/2010) hingga Sabtu (6/2/2010) ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan para guru dalam memberikan pelajaran kepada siswanya.
Dengan cara demikian, dapat diketahui setiap kelebihan dan kelemahan para guru sekolah. Sehingga upaya peningkatan kualitas guru disesuaikan dengan tingkat kemampuan tersebut. Bahkan usai mengikuti tes tersebut, para guru akan diberikan pelatihan sesuai dengan kompetensi yang masih belum dikuasai. Pelatihan difokuskan pada kelemahan masing-masing guru. Sebab tidak semua guru memiliki kelebihan dan kelemahan yang sama.
Seperti di Kecamatan Gambir, kegiatan diagnostik kompetensi guru dipusatkan di SDN 01/02 Petojoselatan. Kegiatan ini diikuti oleh 134 guru se Kecamatan Gambir. Mereka adalah guru kelas IV, V dan VI, serta guru bidang studi.
Mata pelajaraan yang diujikan kepada para guru, sama dengan mata pelajaraan yang diujikan pada murid SD, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sebelum murid melakukan ujian, para guru pun wajib mengikuti ujian, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mengenai pelajaran di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, diagnostik ini untuk mengetahui sejauhmana kemampuan para guru dalam memberikan pelajaran kepada siswanya.
“Kami bisa mendiagnosa mana kelebihan dan kekurangan. Pelatihan difokuskan pada kelemahan masing-masing guru. Sebab tidak semua guru memiliki kelebihan dan kelemahan yang sama” ujar Taufik Yudi, Sabtu.

