Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Edukasi

Profesor HI Unpar Diduga Lakukan Plagiat

Selasa, 9 Februari 2010 | 17:04 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Guru besar Jurusan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Anak Agung Banyu Perwita (43), diduga melakukan serangkaian tindakan plagiat di artikel-artikel harian nasional.

Kabar ini terkuak dari keterangan (disclaimer) editorial kolom Opini Harian The Jakarta Post yang dirilis pada 4 Februari lalu. Dalam disclaimer ini disebutkan bahwa artikel Banyu Perwita berjudul "RI as A New Middle Power".

Artikel yang dimuat di harian ini pada 12 November 2009 ternyata memiliki kemiripan dalam hal pemaparan gagasan, kata-kata, dan kalimat dengan artikel yang ditulis Carl Ungerer, penulis asal Australia. Tulisannya berjudul "The Middle Power, Concept in Australia Foreign Policy" yang telah lebih dulu dimuat di Australian Journal of Politics and History Volume 53, pada tahun 2007.  

"Both in terms of ideas and in the phrases used, it i s very evident this is not the original work of the writer", bunyi pernyataan resmi dari editorial The Jakarta Post itu.

Kasus ini menarik perhatian masyarakat, terbukti dengan banyaknya komentar di beragam media blog dan mailing list, salah satunya di Kompasiana yang terintegrasi di media Kompas.com ini. Sejak di-posting oleh Limantina Sihaloho—salah satu Kompasianer—dengan judul tulisan "Profesor Indonesia Memalukan", isu plagiarisme ini mendapat banyak tanggapan.

Yang juga mengejutkan, terungkap di Kompasiana, Banyu Perwita diduga bukan hanya sekali melakukan perbuatan tercela ini, melainkan juga empat artikel sekaligus dari enam narasumber internasional, seperti diungkap Kompasianer Hireka Eric.


Editor : primus