BANDUNG, KOMPAS.com — Prof Anak Agung Banyu Perwita, dosen Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan yang dituding melakukan plagiat di artikel harian The Jakarta Post, dengan kesatria menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya.
Pernyataan maaf itu disampaikannya kepada Kompas melalui layanan pesan singkat yang diterima Rabu (10/2/2010). Berikut isinya: "Saya cuma ingin bilang mohon maaf atas semuanya. Saya sudah memberikan surat pengunduran diri dari Unpar sebagai bentuk pertanggungjawaban saya tindakan saya...."
Saat ditanya kemudian, apa tindakan selanjutnya yang akan dilakukannya ke depan, ia menjawab singkat, "Belum tau nih...."
Terkait permintaan maaf ini, Ketua Senat Universitas Unpar Johanes Gunawan mengatakan kepada pihak universitas, Banyu Perwita sudah resmi meminta maaf. Beberapa hari lalu beliau sempat menulis ke rektor yang isinya permintaan maaf dan penyesalan, serta bersedia menerima sanksi apa pun. Namun, kemudian dia ternyata mengundurkan diri, tuturnya.
Tindakan kesatria Banyu Perwita yang meminta maaf secara terbuka mengundang simpati mahasiswanya. Beliau sudah gentle mau meminta maaf kepada kami pula. Sebaiknya beliau jangan sampai keluar, mungkin cukup cuti, tutur Theresia (20), mahasiswa semester VI HI Unpar.

