Dok. Pribadi
Meletakkan jabatan profesor adalah konsekuensi paling berat dari perbuatan kurang terpuji yang dilakukan Banyu, yang selama ini dikenal aktif menulis di media massa.
BANDUNG, KOMPAS.com — Meskipun perbuatannya terkait tuduhan plagiat banyak mendapat kritik keras, Banyu Perwita ternyata mendapatkan tempat khusus di hati para mahasiswanya. Bahkan, ia disebut-sebut sebagai the special one yang sulit tergantikan.
"Cara mengajarnya one of the best, terlepas dari persoalan yang kini menimpanya. Mas Banyu, bagi kami, juga adalah one of our best friend (teman terbaik). Sangat enak dan baik kalau diajak bicara, diskusi," tutur Melita Andini (21), mahasiswa semester 8 Jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan (Unpar) saat ditemui di kampus, Rabu (10/2/2010).
Karena di matanya Banyu adalah sosok dosen generasi baru yang ideal, maka ia pun ikut terpukul mendengar dan mengikuti kabar yang berkembang di masyarakat soal kasus plagiat Banyu Perwita. "Tidak tega melihatnya di berita-berita," tuturnya lirih.
Bahkan, karena empati, tidak kuat menahan sakit itu, ia mengaku sampai menangis melihat berita-berita di sejumlah media yang terkesan memojokkan salah satu dosen terfavorit di Unpar ini. "Saya khawatir, beliau bakalan makin sedih," tuturnya.
Dimas Rusli (21), mahasiswa lainnya, juga berpendapat senada. Bahkan, ia pun mengklaim bahwa Banyu adalah sosok yang istimewa. "He is the only one. Hanya satu-satunya yang bisa mengajar bidang Kajian Strategis. Tidak akan tergantikan, tuturnya. Gaya mengajarnya juga tidak membosankan karena selalu up to date."
Bagi Andri Gunawan (21), mahasiswa lainnya, peran Banyu Perwita baginya pribadi lebih jauh lagi. "Jujur saja, beliaulah yang membuat saya semangat kuliah dan kembali tertarik kepada bidang HI. Cara ngajarnya itu... sangat memotivasi kami-kami," ungkapnya kepada Kompas.
Di situs Facebook-nya, berbagai komentar simpati terus saja mengalir. Salah satu koleganya, Bernadus W, berkomentar, "Jarang atau hampir tidak ada orang Indonesia yang mengakui kesalahannya seperti Anda. Sikap Anda patut dihargai dan ditiru pejabat-pejabat di Indonesia."

