Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 13:27 WIB
Hayooo... Mahasiswa ITB Harus Kembali ke Khitah
LTF | latief | Rabu, 24 Februari 2010 | 14:51 WIB
|
Share:

shutterstock
Ilustrasi: Langkah dan pemikiran mahasiswa ITB harus kembali ke khitahnya sebagai cendekiawan intelektual, yang sibuk meneliti dan membuat karya ilmiah.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemenangan tim "BigBang" Institut Teknologi Bandung (ITB) berkat penelitian yang mereka namai dengan Moses di beberapa event internasional pada 2009 lalu diharapkan menjadi motivasi bagi gairah riset dan penelitian di kalangan mahasiswa Indonesia.

Untuk permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat mahasiswa ITB harus menekankan pada aksi-aksi nyata sebagai sebuah solusi.
-- Jaji S Satira

Demikian dikatakan oleh Kepala Biro Kemahasiswaan ITB Jaji S Satira di sela jumpa pers kemenangan tim "BigBang" di Tanoto Student Research Award (TSRA) 2009 di Jakarta, Rabu (24/2/2010). Jaji mengatakan, ukiran prestasi ini perlu dijadikan pemompa langkah dan pemikiran mahasiswa ITB untuk kembali pada khitahnya, yaitu sebagai cendekiawan intelektual yang bukan semata hanya sibuk turun ke jalan dan berdemonstrasi, tetapi meneliti dan membuat karya ilmiah.

"Turun ke jalan tetap penting, tetapi untuk permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat saat ini mahasiswa ITB harus lebih menekankan pada aksi-aksi nyata yang aplikatif dan bisa dimanfaatkan langsung sebagai sebuah solusi," ujar Jaji.

Mulai 2007, lanjut Jaji, sejak ITB menggiatkan keikutsertaan para mahasiswa dalam berbagai himpunan mahasiswa pada berbagai lomba penelitian hingga saat ini, semakin banyak mahasiswa di himpunan-himpunan kemahasiswaan yang membuat dan mengirimkan karya-karya ilmiahnya untuk dilombakan.

"Hasilnya, jangan heran, pada pekan ilmiah mahasiswa nasional yang lalu jumlah proposal dari ITB bisa sampai 300," ujar Jaji.

Lebih lanjut, kata Jaji, prestasi tim "BigBang" yang terdiri dari empat mahasiswa jurusan Teknik Informatika ITB itu juga diharapkan dapat menjawab tantangan tentang masih minimnya dukungan pendanaan riset dan penelitian di kalangan generasi muda Indonesia selama ini. Menurutnya, prestasi dengan dukungan yang besar akan berbuah manis bagi generasi yang akan datang.

Adapun tim "Bigbang" dengan penelitian yang dinamainya Moses-nya itu berhasil mengukir prestasi pada Imagine Cup Indonesia 2009 (Juara I Kategori Desain Peranti Lunak) di Jakarta, Imagine Cup 2009 World Wide Final (Juara I Kategori Window Mobile Award) di Kairo, Indonesia ICT Award/INAICTA 2009 (Nominator Student Project tingkat Universitas) di Jakarta, Asia Pacific ICT Alliance/APICTA Award 2009 (Merrit Award-Tertiary Student Project) di Australia, serta Lomba Karya Ilmiah Antar Himpunan ITB atau TSRA 2009 di Bandung.

"Mereka harus kembali pada khitahnya sebagai cendekiawan muda," tambah Jaji.