DEPOK, KOMPAS.com - Inti dari kuliah umum yang disampaikan cendekiawan Prof Dr Ing Bacharuddin Jusuf Habibie bertajuk Filsafat dan Teknologi untuk Pembangunan di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jumat (12/3/2010), itu adalah pembangunan, perubahan, dan pembaharuan yang berkualitas serta berkesinambungan sepanjang masa hanya dapat dilaksanakan jika tiga persyaratan ini mutlak terpenuhi.
Pertama, memiliki sumberdaya alam terbarukan dan tidak terbarukan, memiliki energi terbarukan dan tidak terbarukan, serta memiliki sumberdaya manusia yang mampu mengembangkan, menerapkan, serta mengendalikan teknologi dalam arti luas.
Rektor UI Gumilar R Somantri mengatakan, Habibie, dari pemaparannya itu menginginkan agar industrialisasi melalui alih ilmu pengetahuan dan teknologi atau ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) tidak dapat dikatakan bebas nilai atau kepentingan.
"Iptek menyembunyikan kepentingan yaitu kontrol dan prediksi. Iptek adalah manifestasi kehendak berkuasa manusia atas alam. Hal ini dapat berakibat fatal apabila tidak dikatalisasi oleh kearifan dan norma-norma etis," kata Gumilar.

