Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 14:40 WIB
PENDIDIKAN KEBUTUHAN KHUSUS
Besaran Beasiswa ABK Ditambah
| latief | Rabu, 17 Maret 2010 | 09:53 WIB
|
Share:

shutterstock
Ilustrasi: Nilai beasiswa ini di luar dana BOS dengan sasaran mencakup ABK yang tersebar di semua provinsi, termasuk di area bekas bencana dan daerah terpencil.

TERKAIT:

MAKASSAR, KOMPAS.com — Guna meningkatkan akses pelayanan dan mutu pendidikan terhadap anak-anak usia sekolah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2010 akan menambah alokasi beasiswa bagi anak-anak berkebutuhan khusus atau ABK. Beasiswa yang semula dipatok Rp 600.000 per tahun bagi tiap peserta didik, pertengahan tahun ini naik menjadi Rp 780.000.

Selain aspek nilai nominal, sasaran populasi penerima beasiswa itu juga ditambah, dari rencana 99.754 menjadi 124.693 penerima.
-- Ekodjatmiko Sukarso

Hal itu dikemukakan Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa Kementerian Pendidikan Nasional Ekodjatmiko Sukarso dalam acara penamatan Sekolah Khusus Bakat Istimewa Cipta Diri di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/3/2010) malam. Sekolah binaan Urfiah Shanti tersebut merupakan percontohan pembinaan multitalenta seni bagi anak-remaja di kawasan timur Indonesia.

"Selain aspek nilai nominal, sasaran populasi penerima beasiswa itu juga ditambah, dari rencana semula 99.754 menjadi 124.693 penerima," ujar Ekodjatmiko.

Ia menegaskan, nilai beasiswa tersebut di luar dana bantuan operasional sekolah (BOS). Sasaran beasiswa mencakup anak berkebutuhan khusus yang tersebar di semua provinsi, termasuk di area bekas bencana, daerah terpencil, dan perbatasan negara.

Penyaluran beasiswa dilakukan, antara lain, melalui program pembinaan sekolah inklusi, difabel (keterbatasan fisik/mental), serta pembinaan anak cerdas dan bakat istimewa. Bahkan, menurut Ekodjatmiko, peserta pendidikan layanan khusus yang tidak lazim dilakukan melalui persekolahan pun turut menjadi sasaran, seperti anak-anak jalanan, anak-anak di lembaga pemasyarakatan, dan anak-anak yang bekerja. (NAR)

Sumber :
Kompas Cetak