Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:04 WIB
ANGGARAN PENDIDIKAN
Pascagempa, Anggaran Pendidikan Sumbar Melorot
| latief | Rabu, 17 Maret 2010 | 11:24 WIB
|
Share:

M.LATIEF/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Gedung-gedung sekolah yang direhabilitasi dengan teknik retrofit tersebut akan difungsikan pula sebagai shelter atau tempat perlindungan jika bencana tsunami datang.

TERKAIT:

PADANG, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Barat Marlis Rahman mengatakan, anggaran pendidikan pascagempa bumi pada 30 September 2009 melorot drastis. Saat ini tercatat hanya 18 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dialokasikan untuk pendidikan dari sebelumnya sebesar 20 persen.

Lalu naik menjadi 13,1 persen, 20 persen, dan sekarang turun lagi menjadi 18 persen.
-- Marlis Rahman

Marlis mengutarakan hal itu saat berpidato dalam upacara penandatanganan pemberian bantuan dari The Jakarta Japan Club Foundation (JJCF) untuk pembangunan empat gedung sekolah di Kota Padang, Senin (15/3/2010). Padahal, imbuh Marlis, pada tahun awal ia menjadi wakil gubernur dengan gubernur saat itu masih dijabat Gamawan Fauzi, anggaran pendidikan hanya dialokasikan 3,1 persen.

"Lalu naik menjadi 13,1 persen, 20 persen, dan sekarang turun lagi menjadi 18 persen," kata Marlis. Dia menambahkan, sektor pendidikan perlu segera dikembalikan pada keadaan semula karena merupakan tulang punggung kemajuan masyarakat Sumbar.

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri, seusai menyerahkan bantuan dari JJCF untuk pembangunan empat gedung sekolah di Kota Padang mengatakan, bantuan dari JJCF itu merupakan sebagian di antara total bantuan dari Jepang.

"Pemerintah kami juga menyumbang, tetapi saya belum memiliki jumlah total bantuan yang sudah diberikan," katanya.

Bantuan sebesar Rp 2,5 miliar yang diberikan kepada Gubernur Sumbar Marlis Rahman itu ditujukan untuk membangun SMA Negeri 10, SD Negeri 14 Ulak Karang, SD 23 Lolong, dan SD 01/07 Ampang. Marlis mengatakan, gedung-gedung sekolah yang direhabilitasi dengan teknik retrofit tersebut akan difungsikan pula sebagai shelter atau tempat perlindungan jika bencana tsunami datang.

Hal itu khususnya akan diterapkan pada bangunan SMA Negeri 10. Namun, Marlis mengatakan, dirinya belum tahu akan sampai berapa banyak bangunan sekolah yang akan difungsikan juga sebagai tempat perlindungan itu.

"Pembangunan shelter harus dipikir dengan baik," ujar Marlis Rahman.

Ketua JJCF Kimihisa Imada mengatakan, JJCF untuk sementara hanya akan mengucurkan bantuan untuk empat sekolah tersebut. Ia memastikan belum akan memberikan bantuan lain untuk lokasi lainnya.

Investor yang terdiri atas 425 perusahaan menganggap Indonesia adalah mitra bisnis yang penting. Kimihisa Imada mengatakan, saat ini sekitar 75 persen anggota JJCF bergerak di bidang manufaktur. (INK)

Sumber :
Kompas Cetak