Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 13:53 WIB
Wakil Mendiknas: Kelulusan Tidak Harus 100 Persen, yang Penting Jujur dan Bersih
RIAN | yuli | Kamis, 18 Maret 2010 | 18:01 WIB
|
Share:
dok pribadi Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof Dr Fasli Jalal.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kelulusan Ujian Nasional (UN) menjadi momok tersendiri bagi siswa dan guru sekolah karena standar 100 persen lulus yang harus dicapai.

Namun, hal tersebut bertolak belakang dengan pendapat Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof Dr Fasli Jalal. Menurut dia, kelulusan 100 persen bukan hal yang harus diutamakan pada penyelenggaraan UN tahun ini.

Ia berpendapat, UN yang bersih dan jujur adalah sesuatu yang sangat diharapkan sekarang, mengingat pada penyelenggaraan sebelumnya banyak terjadi kecurangan dalam penyelenggaraan UN.

Bentuk kecurangan yang terjadi, antara lain kebocoran naskah soal UN, bahkan guru yang membantu siswa mengerjakan soal UN. "Bukan kelulusan 100 persen yang jadi tujuan utama, tapi UN yang jujur dan bersih itu jauh lebih penting." ujar Fasli Jalal ketika dijumpai seusai video conference di Gedung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kamis (18/3/2010).

Selama ini, ia mengakui, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan UN selalu terdapat kecurangan. Apalagi setelah adanya standar nilai penetapan kelulusan, tiap sekolah berlomba untuk meraih kelulusan 100 persen dengan berbagai cara.