Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 13:54 WIB
UN Adalah Ujian bagi Bangsa
RIAN | msh | Kamis, 18 Maret 2010 | 19:05 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com- Berbagai macam persiapan telah dilaksanakan oleh guru dan siswa menjelang Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung Senin depan (22/3/2010). UN bukan sekedar standar kelulusan bagi siswanya, tapi juga menjadi sebuah pedoman untuk melihat kualitas guru dan sekolahnya.

UN memang diharapkan dapat menjadi dasar pemetaan kualitas pendidikan di Indonesia. Dari persentase kelulusan UN ini, pemerintah dapat melihat sekolah yang siswanya perlu diberi bimbingan ekstra. Kualitas guru dan sistem fasilitas yang tidak memadai di sebuah sekolah juga dapat terlihat dari hasil UN.

Begitulah penuturan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam acara Video Conference di Gedung Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kamis (18/3/2010). "Ujian Nasional ini diharapkan dapat berjalan baik, jujur, dan bersih. Karena Ujian Nasional bukan hanya ujian bagi sebuah sekolah, guru atau siswa melainkan juga ujian bagi bangsa. Jika Ujian Nasional mampu berjalan dengan baik dan jujur, untuk ke depannya bangsa kita akan lebih baik lagi." kata Fasli.

Keberadaan UN sendiri dapat membuka mata pemerintah dan masyarakat bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih lemah. Ada ketimpangan antara pendidikan di kota besar dan di daerah pelosok.

Tahun lalu contohnya, beberapa sekolah di daerah yang berada jauh dari pusat kota mendapati seluruh siswanya tidak lulus UN. Oleh karena itu, dengan adanya UN diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia terus diperbaiki.