MADIUN, KOMPAS.com - Ratusan siswa kelas XII SMAN 1 Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur takut jika kasus ketidaklulusan hingga 100 persen terulang dalam UN 2010 pada 22-26 Maret mendatang.
Salah satu siswa kelas XII, Nita, Jumat (19/3/2010) mengatakan telah melakukan persiapan, namun perasaan takut dan was-was masih menghantui dirinya dan teman-temannya.
"Kami takut jika nasib kami sama dengan kakak kelas kami angkatan tahun 2009. Mereka dulu juga telah mempersiapkan UN dengan baik, namun hasilnya justru tidak lulus 100 persen dan diharuskan mengikuti ujian pengganti," katanya.
Ia menilai doa bersama yang memberikan siraman rohani itu sangat dibutuhkan oleh para siswa.
"Karena selain kesiapan dari segi materi, para siswa juga memerlukan kesiapan dari sisi spiritual, sehingga kami para siswa akan lebih yakin lagi dalam menghadapi UN," katanya.
Menurut Wakil Kepala Sekolah SMAN I Wungu, Murjoko, SMAN I Wungu Kabupaten Madiun sengaja melakukan doa bersama dengan para guru dan orang tua siswa menjelang pelaksanaan UN agar para siswa memiliki kesiapan mental dan spiritual saat mengerjakan soal-soal UN.
"Selain kesiapan dari segi mental dan spiritual, siswa juga telah dibekali dengan kesiapan materi," katanya.
Untuk menghindari kasus ketidaklulusan 100 persen seperti tahun lalu, katanya, pihak sekolah juga mengingatkan kepada siswa agar tidak mudah percaya dengan beredarnya kunci jawaban palsu dari luar.
"Para tenaga pendidik terus memberikan motivasi kepada para siswa untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak mudah terpengaruh dengan kunci jawaban palsu yang menyesatkan," katanya.
Pelaksanaan doa bersama di SMAN I Wungu berlangsung khusyuk, bahkan beberapa siswa terlihat meneteskan air mata. Tahun ini, sedikitnya 130 siswa dari sekolah ini dijadwalkan mengikuti UN.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Sumardi, mengatakan pihaknya telah siap melaksanakan UN dengan baik. Para siswa dari tingkat SD hingga SMA dan sederajat telah dipersiapkan dari segi fisik dan mental.
"Persiapan ini tidak hanya pada siswanya, namun juga pada guru pengajar mata pelajaran yang diujikan. Kami berharap semuanya berjalan lancar dan pengalaman buruk tahun lalu tidak terulang lagi," katanya.
Ia optimistis tingkat kelulusan tahun ini lebih baik dari tahun lalu, apalagi standar kompetensi lulusan (SKL) tahun 2010 tidak mengalami perubahan dari tahun lalu yang ditetapkan sebesar 5,50.
"Tingkat kelulusan SMA tahun 2009 mencapai 98,98 persen dari 2.152 siswa, SMK mencapai 99,96 persen dari 2.229 siswa, SMP mencapai 97,22 persen dari 6.905 siswa, dan tingkat SD mencapai 100 persen," katanya.
UN di Kabupaten Madiun akan diikuti sebanyak 9.417 siswa dari tingkat SMP/Mts, 2.810 siswa dari tingkat SMA, dan 2.633 siswa dari tingkat SMK.

