SURABAYA, KOMPAS.com — Naskah soal ujian nasional untuk JawaTimur, Sabtu (20/3/2010) ini, mulai dikirimkan ke 43 subrayon di Kota Surabaya, 24 subrayon di Kabupaten Sidoarjo, dan 23 subrayon di Kabupaten Gresik.
Naskah akan dikirim dan disimpan di polres masing-masing dan akan didistribusikan ke tiap-tiap sekolah beberapa jam menjelang pelaksanaan UN, Senin (22/3/2010).
"Kami akan melakukan pengawalan dan penjagaan mulai dari pengambilan naskah soal UN di Polwiltabes Surabaya hingga sampai di sekolah masing-masing. Ini juga untuk antisipasi kebocoran soal yang hingga kini masih tersegel," kata Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya Kombes Ike Edwin.
Dalam melakukan pengamanan, pihaknya mengerahkan 174 personel. Rinciannya, 23 personel dari Polwiltabes Surabaya, 24 personel Polres Surabaya Utara, 25 personel Polres Surabaya Selatan, 26 personel Polres Surabaya Timur, 24 personel Polres KPPP Tanjung Perak, 26 personel Polres Gresik, dan 26 personel Polres Sidoarjo.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kebocoran soal, Dinas Pendidikan Surabaya juga bekerja sama dengan polisi, tim pengawas independen (TPI), dan kepala sekolah.
Jangan percaya kunci jawaban
Kepala Dinas Pendidikan Nasional Surabaya Sahudi juga mengimbau kepada para siswa agar tidak percaya dengan isu-isu adanya kunci jawaban lewat SMS atau apa pun. "Kita yakin tidak ada soal yang bocor karena dikawal ketat," ucapnya.
Pada pelaksanaan UN tahun ini, jumlah peserta di Surabaya mencapai 34.358 siswa terdiri dari 18.598 siswa SMA, 705 siswa MA, dan 15.055 siswa SMK.
Sedangkan di Kabupaten Sidoarjo berjumlah 21.712 siswa terdiri dari 9.454 siswa SMA, 1.454 siswa MA, dan 10.740 siswa SMK.
Sementara untuk Kabupaten Gresik sejumlah 12.021 siswa, terdiri dari 5.689 siswa SMA, 3.353 siswa MA, dan 2.979 siswa SMK.

