JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan Nasional Muhadjir menjamin bahwa proses distribusi soal ujian nasional berjalan dengan aman. Distribusi itu dijaga oleh tenaga pengamanan yang melekat, seperti polisi dan pengamanan sekolah.
Untuk pengamanan soal berlangsung selama 24 jam. Semua orang yang masuk ke ruang penyimpanan soal tidak boleh mengenakan sepatu dan membawa ponsel untuk mencegah adanya kebocoran soal. Bahkan, hal ini juga berlaku bagi Mendiknas M Nuh saat melakukan inspeksi mendadak, beberapa waktu lalu.
"Pak Menteri saja saat sidak harus menjalani pemeriksaan secara ketat. Baju diperiksa, digeledah, sepatu ditanggalkan, harus menggunakan sandal. Tidak setiap orang bisa masuk sembarangan di area soal UN," ungkap Muhadjir di Jakarta, Sabtu (20/3/2010).
Dia menegaskan bahwa setiap tahap penyelenggaraan UN berpotensi dicurangi, termasuk saat proses distribusi. Untuk itu, pihaknya memastikan semua titik aman. Saat ini, soal UN masih berada di percetakan Balai Pustaka di Pulogadung, Jakarta Timur.
Kepala Sekolah SMA Al Azhar 3, Jakarta, Budiono menyatakan, soal UN bakal didistribusikan dari percetakan ke masing-masing rayon, Minggu besok. "Besok itu dari percetakan datang ke rayon, di SMAN 70. Soal UN semua nginep di SMAN 70 semalam, dan baru Senin pagi pukul 05.00, kepala sekolah sama tim pengawas independen mengambil ke sana," paparnya.

