Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 07:51 WIB
Soal UN Rahasia Negara, Wartawan Dilarang Lihat Proses Percetakan
Wahyu Satriani Ari Wulan | yuli | Sabtu, 20 Maret 2010 | 16:25 WIB
|
Share:
SYAHRUL HIDAYAT/KOMPAS IMAGES Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Nasional agaknya tak mau kecolongan atas bocornya soal-soal Ujian Nasional (UN). Proses percetakan naskah UN untuk SMA se-Jakarta di PT Balai Pustaka (Persero) unit II, di Jalan Rawa Gatal, Pulo Gadung, Jakarta, dijaga ketat.

 

Para karyawan percetakan tidak bisa dengan mudah keluar masuk tanpa pemeriksaan. Bahkan, wartawan yang ingin meliput pun tak diperbolehkan masuk. "Wah, enggak bisa masuk begitu saja. Ini kan rahasia negara," kata karyawan Balai Pustaka di Unit Percetakan Balai Pustaka II, Jakarta, Sabtu (20/3/2010).

 

Saat masuk ruang produksi, para karyawan percetakan tidak diperbolehkan membawa telepon genggam. Sepatu yang dikenakan juga harus ditanggalkan dan diganti dengan sandal. Ada dua petugas yang memeriksa setiap karyawan yang keluar masuk ruang produksi.

 

Suasana kantor percetakan sore ini tampak sepi. Hanya tampak sekira delapan mobil yang diparkir di halaman gedung. Dari dalam gedung, terdengar deru mesin percetakan yang bekerja mencetak soal-soal UN untuk SMP.

Di depan gedung, tampak sejumlah orang mendirikan tenda berwarna putih untuk upacara serah terima soal UN SMA, besok. KOMPAS.com yang datang disambut Budi, karyawan percetakan tersebut.

 

Tidak tampak penjagaan dari kepolisian di sekitar gedung ini. Menurut Budi, selama proses percetakan, gedung ini dijaga oleh 13 petugas yang bekerja secara bergantian dan terbagi dalam tiga shift.