KUDUS, KOMPAS.com - Banyak cara dilakukan para pelajar untuk melawan kecemasan menghadapi Ujian Nasional (UN). Sekolah-sekolah di Jawa Timur memilih istighotsah atau doa bersama, sedangkan di Bali juga marak sembahyang bersama.
Tapi para pelajar dan guru di Kudus, Jawa Tengah dan sekitarnya justru berziarah ke makam Sunan Kudus, salah satu penyebar Islam di Nusantara periode awal.
"Setiap menjelang UN, semua siswa di sekolah kami memang biasa berziarah ke makam wali sebagai wasilah dan syafaat agar permohanan lulus ujian dikabulkan oleh Allah SWT," kata Nurul Arifin, pelajar SMA Hasyim Asy’ari 2, Kudus, Sabtu (20/3/2010).
Meskipun sudah mempersiapkan diri melalui belajar tekun, katanya, kebiasaan berziarah ke makam wali yang dilakukan kakak tingkatnya tidak bisa ditinggalkan. "Bahkan guru kami juga memimpin ziarah bersama semua siswa yang berjumlah sekitar 50 orang hari ini," katanya.
Ia merasa yakin bahwa doa secara khusyuk di makam wali akan mudah dikabulkan oleh Tuhan. Hal serupa diungkapkan pelajar SMA Negeri 1 Mayong, Jepara, Sulistiyowati. "Permohonan tetap dipanjatkan kepada Allah dengan perantara wali yang sudah meninggal," katanya.
Berdasarkan pengamatan, para pelajar itu berziarah ke makam Sunan Kudus secara berkelompok dengan jumlah bervariasi. Beberapa kelompok pelajar ada yang berdoa dengan dipimpin oleh salah seorang pelajar, sedangkan kelompok yang lain berdoa secara individu.
Sebagian besar pelajar yang datang masih mengenakan pakaian seragam sekolah sehingga mudah dikenali antara peziarah umum dengan pelajar.

