Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 14:25 WIB
Naskah UN Tertukar, Rp 1,3 Miliar "Melayang"
Muhammad Hasanudin | wah | Senin, 22 Maret 2010 | 10:18 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Petugas memindahkan dus berisi soal-soal Ujian Nasional (UN) ke dalam mobil boks sebelum diditribusikan ke masing-masing rayon di Jakarta dari Percetakan Balai Pustaka, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Minggu (21/3/2010). Sebanyak 75 mobil boks milik PT Pos Indonesia dikerahkan untuk mendistribusikan UN ke 28 Rayon di Jakarta.

TERKAIT:

DENPASAR, KOMPAS.com — Ujian nasional di sejumlah SMA di Kabupaten Karangasem, Bali, terancam diulang. Pasalnya, soal Bahasa Inggris dan Antropologi sudah beredar sebelum ujian dilaksanakan.

Hal tersebut bisa terjadi karena naskah soal Bahasa Indonesia yang diujikan, Senin (22/3/2010), tertukar. Sampul yang seharusnya berisi soal Bahasa Indonesia ternyata berisi soal Bahasa Inggris dan Antropologi. Meski demikian, soal tersebut belum sempat dibagikan kepada siswa. Ujian Bahasa Indonesia pun akhirnya dilakukan sebagian siswa menggunakan soal fotokopi.

Peristiwa tersebut memicu kekesalan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Kekesalan Pastika ini cukup beralasan karena Pemerintah Provinsi Bali tahun ini telah menggelontorkan dana Rp 1,3 miliar untuk ujian nasional. Namun, ternyata, masih ada kesalahan yang cukup fatal dalam pendistribusian soal.

Pengawalan ketat polisi terhadap naskah soal ujian nasional ternyata tak sepenuhnya menjamin soal tidak bocor ke lapangan. Pastika juga menyalahkan pihak percetakan yang dianggap lalai saat memasukkan naskah ke dalam sampulnya sesuai mata ujian.