Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 14:29 WIB
UJIAN NASIONAL
Soal UN Tertukar, Wapres Angkat Bicara
Hindra Liauw | Glo | Senin, 22 Maret 2010 | 10:23 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN/KOMPAS.com
Wakil Presiden, Boediono bersama Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh (tiga kanan), Menko Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono (dua kanan) dan Menteri Agama Suryadharma Alie (kanan) meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 70, Jakarta Selatan. Senin (22/3/2010). Pelaksanaan UN juga serentak terjadi di SMA/SMK/MA seluruh Indonesia pada hari ini hingga Jumat (26/3/2010) mendatang. KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus tertukarnya naskah soal ujian nasional yang terjadi di Karangasem, Bali, memaksa Wakil Presiden Boediono untuk ikut bicara. Wapres yang sejak Senin (22/3/2010) pagi sudah melakukan kunjungan ke dua sekolah di Jakarta terkait pelaksanaan UN menilai kejadian ini harus ditangani secara prosedural.

"Sudah ada SOP (standard operating procedure)-nya. Tentunya, pokoknya aspek kejujuran dan obyektivitas harus dipelihara," ujar Boediono.

Seperti diberitakan sebelumnya, kericuhan sempat mewarnai pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK di Karangasem. Sesuai jadwal, mata pelajaran hari ini adalah Bahasa Indonesia. Namun, para siswa di sejumlah sekolah menerima soal dengan mata pelajaran Bahasa Inggris dan Antropologi.  

"Memang benar ada kericuhan. Para siswa kaget menerima soal yang tidak diujikan. Ada yang menerima soal dengan mata pelajaran Bahasa Inggris dan Antropologi," kata Bupati Karangasem I Wayan Geredeg yang dihubungi di Denpasar.  

Diungkapkan Geredeg, kericuhan itu terjadi di beberapa sekolah di Karangasem, antara lain, SMA 1 Karangasem, SMA 1 Bebandem, dan SMA PGRI Karangasem. Beberapa soal yang salah jadwal itu ada yang sempat dibagikan, tetapi ada juga yang sudah lebih dulu terdeteksi oleh pengawas.  

"Kericuhan ini sudah langsung saya laporkan kepada Gubernur Pastika. Soal yang salah langsung ditarik. Kesalahan ini juga langsung dimasukkan dalam berita acara ujian dan para siswa diberikan soal yang sesuai jadwal," ungkap Geredeg.