BOJONEGORO, KOMPAS.com — Dua pelajar kelas XII IPS, SMA Islam Al Fatah, Desa Pumpungan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, tidak bisa mengikuti ujian nasional atau UN. Mereka tertabrak tertabrak kereta barang, Jumat (19/3/2010), saat hendak mengikiti istighotsah menjelang UN.
Agus Yudianto (16) meninggal di RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro Sabtu (20/3/2010) karena luka dalam di kepalanya cukup parah, wajah memar, dan lecet-lecet. Dia juga mengalami patah tulang di lengan tangan kanan serta kaki retak dan sobek. Adapun temannya, Ahmad Bajuri (17), yang mengalami patah tulang di kaki dan luka lecet di kepala, masih dalam perawatan medis karena masih terpukul dan trauma.
Dua pelajar itu tertabrak kereta barang jurusan Jakarta-Surabaya dengan nomor log 1006 yang membawa 20 rangkaian. Keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Supra Fit bernomor polisi L-5578-CS untuk mengikuti istighotsah di sekolah menjelang ujian na sional.
Dua pelajar bertetangga itu berangkat dari rumah mereka di Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk. Keduanya, yang melaju dari timur ke barat, tertabrak kereta di perlintasan tanpa palang pintu saat mau belok ke selatan di pertigaan Pumpungan menuju arah sekolah. Menurut Kepala SMA Islam Pumpungan Iswan Abdul Karim istighotsah sebenarnya baru digelar pada Jumat malam. Namun, kedua siswa berangkat siang seusai shalat Jumat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Zainuddin mengimbau pelajar lainnya untuk menyiapkan mental, kesehatan, dan menjaga keselamatan diri. Persiapan ujian nasional akan sia-sia jika tidak memedulikan keselamatan diri.
