Minggu, 21 Desember 2014

News / Edukasi

PLAGIARISME

Plagiasi Oleh ITB Baru Terkuak Sekarang

Jumat, 16 April 2010 | 10:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengumuman pelanggaran atas prinsip-prinsip jurnal ilmiah IEEE: "3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis", karya MZ, SHS, YP, dan CM pada the 2008 Institute of Electrical and Electronics Engineers Conference on Cybernetics and Intelligent Systems. Makalah ilmiah ini secara lengkap menduplikasi makalah "3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis" karya Siyka Zlatanova, diterbitkan di 11th International Workshop on Database and Expert System Applications.

Demikian bunyi pengumuman bertajuk Notice of Violation of IEEE Publication Principles di situs IEEE, tertanggal 11 November 2008, yang menyatakan bahwa MZ, bersama SHS, YP, dan CM dari ITB telah melakukan plagiasi terhadap karya Siyka Zlatanova.

Siyka Zlatanova adalah perempuan berkebangsaan Bulgaria-Belanda. Siyka lahir di Sofia, Bulgaria, pada 4 Oktober 1950. Saat ini, Siyka menjabat sebagai seorang Associate Professor dan Theme Leader 'Geo-information for Disaster Management’ di OTB Institute for Housing, Urban and Mobility Studies di Delft University of Technology, Delft, Belanda.

Seperti diberitakan di Kompas.com, ITB telah mengakui kasus plagiat yang dilakukan oleh MZ. Plagiasi dilakukanoleh mahasiswa program studi doktor dari Sekolah Tinggi Elektronika dan Informatika itu ketika ia mengikuti the 2008 Institute of Electrical and Electronics Engineers Conference on Cybernetics and Intelligent Systems di Chengdu, Cina. ITB baru mengetahui hal ini setelah MZ meraih gelar Doktor akhir 2009.

"Gelar Doktor telah dicabut. Selain itu, status calon dosen hangus karena
ia mengundurkan diri di akhir tahun 2009. Kini ITB tidak mengetahui keberadaannya," kata Rektor ITB Ahmaloka di Bandung, Kamis (15/4/2010).

Ahmaloka menjelaskan, menurut keterangan yang dikatakan MZ ketika ditanya pihak ITB pada akhir tahun 2009, ternyata yang bersangkutan mengirimkan makalah itu tanpa persetujuan promotornya, yaitu CM, dan dua copromotor, yaitu SHS dan YP. Akhmaloka menyatakan, institusi ITB sama sekali tidak mengetahui dengan adanya kasus plagiasi itu.


Editor : latief