Selasa, 25 November 2014

News / Edukasi

PERGURUAN TINGGI

Salut... Unimed Tidak Naikkan SPP

Rabu, 21 April 2010 | 11:49 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Universitas Negeri Medan (Unimed) tidak akan menaikkan biaya sumbangan pembinaan pendidikan atau SPP mahasiswa baru tahun ajaran 2010/2011. Alasannya, biaya operasional pendidikan belum naik dan nilai tukar rupiah cenderung stabil.

"Kebutuhan kami masih segitu-gitu saja, jadi belum perlu menaikkan biaya pendidikan bagi mahasiswa baru. Intinya, jangan sampai membebani mereka," kata Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Syawal Gultom seusai mengikuti sarasehan nasional Pendidikan Berkarakter di Garuda Plaza Hotel, Selasa (20/4/2010).

Pada tahun ajaran 2009/2010, uang SPP mahasiswa baru Unimed Rp 650.000 untuk semester pertama. Mereka juga diwajibkan membayar uang praktikum Rp 300.000 per tahun bagi mahasiswa eksakta dan Rp 150.000 per tahun bagi mahasiswa ilmu sosial.

Syawal menjelaskan, uang SPP tersebut berlaku beberapa tahun, bahkan sebelum Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) diberlakukan. Unimed menjamin tidak menaikkan SPP selama UU BHP berlaku. Apalagi, saat ini UU tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi oleh Mahkamah Konstitusi.

Tahun ini Unimed akan menerima 2.500 mahasiswa reguler dan 1.300-1.400 mahasiswa nonreguler. Mereka akan mengisi tujuh fakultas yang ada. Sementara itu, Universitas Sumatera Utara (USU) juga belum berencana menaikkan SPP mahasiswa baru. Padahal, SPP di USU tergolong murah dibandingkan dengan universitas negeri lainnya di Indonesia.

SPP USU rata-rata Rp 500.000 per semester untuk mahasiswa reguler. Adapun untuk mahasiswa nonreguler atau ekstensi bervariasi. Untuk Jurusan Ilmu Komunikasi dan Administrasi Negara, misalnya, SPP per semester mencapai Rp 4 juta.

Rektor USU Syahril Pasaribu mengatakan belum ada rencana menaikkan SPP USU. "Belum ada pembahasan soal itu dan sepertinya tidak ada kenaikan," ujarnya.

Sebelumnya, Syahril mengatakan, jika SPP naik pun, itu hal yang wajar. Alasannya, kebutuhan biaya operasional cenderung naik. (MHF)


Editor : latief
Sumber: