JAKARTA, KOMPAS.com- "Institusi Pertanian Bogor teruslah menjadi yang terdepan dan terkemuka dalam meningkatkan inovasi dan ketahananan pangan Indonesia, dan saya bangga dengan apa yang telah diperankan IPB dan seluruh alumni bagi bangsa dan negara".
Pesan inilah yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa kepada IPB. Pesan yang dituliskan oleh Hatta dalam kanvas berbingkai warna hijau ini diberikan sebagai kenang-kenangan, di sela-sela seminar nasional, "Sustainable Business Competitivenes, The Next Chalenge", yang diadakan oleh Program Pasca Sarjana Manamen dan Bisnis dan Institut pertanian bogor (MB-IPB), di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (24/4/2010) .
"Saya menuliskan suatu pesan harapan untuk IPB," kata Hatta.
Acara yang digelar tiap tahun ini sekaligus untuk penglepasan alumni Program Magister ManajemenAgribisnis (MMA) dan Program Doktor Manajemen Bisnis (DMB) Tahun akademik 2009/2010.
Pada kesempatan ini, MB-IPB melepas 145 orang alumninya yang telah menyelesaikan studinya. Hingga saat ini, MB-IPB telah melepas 2.511 alumni sejak berdirinya tahun 1991 lalu. Alumni yang telah diluluskan memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari para eksekutif berbagai perusahaan, pegawai pemerintah pusat dan daerah, wirausahawan serta calon-calon pelaku usaha.
Tema daya saing bisnis yang diangkat pada seminar ini adalah perkembangan konsep daya saing seiring dengan tuntutan masyarakat dunia yang semakin tinggi sehingga dapat berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Hatta mengatakan bahwa saat ini negara di berbagai belahan dunia saling berkompetisi untuk menarik investasi. Mereka menawarkan tenaga kerja berketrampilan sangat tinggi, riset iptek, dan standar pendidikan. Karena itu, menurutnya, produktivitas menjadi kunci dari keunggulan kompetensi.
"Produktivitas merupakan kunci efisiensi, menjelaskan seberapa besar perusahaan atau negara berproduksi dengan sumber daya yang terbatas. Memproduksi lebih besar dengan sumber yang lebih kecil akan lebih baik," paparnya panjang lebar.
