Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 15:09 WIB
RSBI
Ck..Ck..Ck... Maksimal Rp 5 Juta
| latief | Rabu, 26 Mei 2010 | 14:30 WIB
|
Share:

SUGIHARTO/SURYA DAILY
Ilustrasi: Dinas Pendidikan Kota Malang membatasi sumbangan masuk maksimal Rp 5 juta. Jaminan ini disampaikan Kadin Pendidikan Kota Malang, Jawa Timur, Shofwan, di Malang, Selasa (25/5/2010).

TERKAIT:

MALANG, KOMPAS.com — Kabar gembira untuk para wali murid yang tengah cemas memasukkan anaknya di SD rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di Malang, Jawa Timur. Mulai tahun ini, mereka tak perlu waswas lagi terhadap adanya adu kuat biaya masuk RSBI.

Dinas Pendidikan Kota Malang membatasi sumbangan masuk maksimal Rp 5 juta. Jaminan ini disampaikan Kadin Pendidikan Kota Malang, Jawa Timur, Shofwan, Selasa (25/5/2010) di Malang.

“Tahun ini yang namanya sekolah negeri RSBI maksimal harus Rp 5 juta, termasuk SD. Yang miskin boleh ajukan keringanan,” ucap Shofwan.

Jaminan Shofwan ini tentu membuat plong wali murid, apalagi Shofwan meminta mereka melapor bila dipungut lebih dari Rp 5 juta. Berdasarkan desas-desus yang berkembang, besarnya biaya masuk memang ikut menentukan lolos-tidaknya siswa menembus SD RSBI.

Kecemasan itu masih tampak dalam pendaftaran di SD RSBI kemarin. Di SDN Kauman I, misalnya, beberapa warga yang mendaftarkan anaknya mengaku belum tahu jumlah biaya masuk yang harus dibayarkan nanti. Saat ditanyakan via telepon, panitia yang menjawab berdalih bahwa besar sumbangan masih dirapatkan oleh pihak sekolah.

Persaingan di SD RSBI memang cukup tinggi. Data yang didapatkan Surya menunjukkan, jumlah pendaftar di tiga SD RSBI, yakni SDN Tunjungsekar I, SDN Kauman I, dan SDN Bertaraf Internasional (BI) Tlogowaru, sebanyak 448 orang. Padahal, pagu yang disediakan di tiap-tiap sekolah tersebut hanya sekitar 90 kursi. Rinciannya, 115 orang mendaftar di SDN Tunjungsekar I, 177 pendaftar di SDN Kauman I, dan 156 pendaftaran di gelombang pertama SDN BI. (n ab/ekn)

Tahun ini yang namanya sekolah negeri RSBI maksimal harus Rp 5 juta, termasuk SD. Yang miskin boleh ajukan keringanan.
-- Shofwan
Sumber :
Surya