Selasa, 7 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Selasa, 7 Februari 2012 | 16:51 WIB
MASA ORIENTASI SEKOLAH
Kenapa MOS Itu Penting?
Margareta Engge | Heru Margianto | Senin, 19 Juli 2010 | 12:22 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Ilustrasi: Contoh kegiatan MOS tahun lalu di SMK Tarakanita Pulo Raya Jakarta.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kegiatan masa orientasi siswa atau MOS tingkat SMA/SMK tahun ajaran 2010/2011 dimulai hari ini, Senin (19/7/2010). MOS menjadi kegiatan rutin siswa baru pada awal masuk tahun sekolah. Tak jarang, kegiatan MOS diwarnai aksi kekerasan yang dilakukan siswa senior kepada yuniornya.

Namun, toh sejumlah sekolah tetap mempertahankan MOS. Sekolah memandang MOS sebagai sebuah hal penting. Potensi kekerasan dieliminasi dan agenda pengenalan terhadap lingkungan baru digiatkan. "MOS itu sangat perlu sekali. Anak baru belum tahu lingkungan sekolah," ucap Ali Fahmi, guru pendamping bidang Kesiswaan SMKN 29 Jakarta, yang ditemui Kompas.com, Senin di SMKN 29 Jakarta.

Menurutnya, melalui MOS, siswa baru dapat mengenal lingkungan sekolah yang baru. Selain itu, melalui MOS, siswa baru juga dapat beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitar sekolah.

Dia mengatakan, dengan MOS, siswa baru juga dapat mengenal guru, kepala sekolah, kakak-kakak kelas, dan ruang-ruang kelas yang ada. "Jadi, anak enggak bingung lagi mana ruangan ini dan ruangan itu. Dia sudah tahu karena waktu MOS sudah dikenalin. Dia juga sudah kenal dengan lingkungan sekolah, jadi enggak merasa aneh dan asing lagi," ungkapnya.

Tidak boleh ada kekerasan

Dia menambahkan, penyelenggaraan MOS harus sesuai dengan aturan dan bersifat mendidik. Tidak boleh ada kegiatan ataupun tindakan yang menjurus pada tindak kekerasan. "Kakak kelas itu membimbing, mengabsen, mengantar adik kelasnya ke tempat kegiatan-kegiatan diadakan. Selain itu, mengenalkan ekskul dan OSIS," ucapnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Yulianto, alumni SMKN 29 Jakarta. Menurutnya, MOS adalah kegiatan yang sangat penting. "Ya, dengan MOS-lah siswa-siswa baru dapat kenal dengan sekolah barunya, dapat diajar juga untuk bersikap disiplin," ucapnya.

Ditanyai pendapat mengenai tindak kekerasan oleh kakak kelas kepada adik kelas, ia menuturkan bahwa hal itu bukan tindakan yang benar. "Enggak benarlah tindakan itu. Kekerasan itu dilarang keras untuk dilakukan," ungkapnya.