Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 16:14 WIB
SDN RSBI Rawamangun 12
Wah, Usman Kembali Kirim Surat Ancaman!
Aprianita | Latief | Jumat, 30 Juli 2010 | 15:00 WIB
|
Share:
M.LATIEF/KOMPAS.COM Inilah surat ancaman terbaru Kepala Seksi Dinas Pendidikan Dasar Kecamatan Pulogadung, H Usman, yang diterima Dr Okky, Kamis (29/7/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua orangtua murid SDN RSBI Rawamangun 12 Pagi, Jakarta Timur, Dr Okky Sofyan dan Drs Tayasmen Kaka, kembali mendapatkan surat ancaman dari Kepala Seksi Dinas Pendidikan Dasar Kecamatan Pulogadung H Usman. Surat itu diterima Okky bertepatan dengan unjuk rasa masyarakat di Kantor Dinas Pendidikan Dasar Kecamatan Pulogadung untuk menuntut Usman mundur dari jabatannya, Kamis (29/7/2010).

Saya semakin tidak mengerti isi surat tersebut dan saya kecewa pejabat pemerintah di bidang pendidikan, kok, tutur bahasanya tidak baik.
-- Okky

"Surat ini dari Usman, kemudian dititipkan kepada kepala sekolah. Dari kepala sekolah kemudian dititip ke anak saya. Saya baru lihat surat itu kemarin (Kamis)," ujar Okky kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (30/7/2010).

Okky menambahkan, awalnya dia kaget melihat surat tersebut karena pada kepala surat tertulis Kepala Seksi Dinas Pendidikan Dasar Kecamatan Pulogadung. Isinya pun, kata dia, tertulis Surat Peringatan.

"Lah, saya terkejut sekali, saya pikir itu surat peringatan 17 Agustus," ujar Okky.

Dia mengatakan sangat menyayangkan isi surat ancaman tersebut. Selain tidak menggunakan tutur bahasa Indonesia yang baik dan benar, ia juga tidak mengerti maksud isi surat tersebut.

Pada poin pertama disebutkan, Okky dan Kaka serta rekan-rekan orangtua murid lainnya disebutkan sebagai penjual jasa dan diminta tidak lagi meneriaki guru-guru SDN RSBI Rawamangun 12 Pagi, yang sampai saat ini terhitung selama tujuh tahun. Apabila tidak diindahkan, tulis surat tersebut, kedok Okky dan Kaka akan dibongkar.

"Saya tidak mengerti kedok apa dan siapa yang dimaksud kelompok penjual jasa?" ujar Okky.

Poin kedua, tertulis dalam surat tersebut, Okky dkk, yang juga disebut-sebut Usman sebagai pengguna jasa, agar tidak terus-menerus menjadikan kepala sekolah dan guru sebagai sasaran antara untuk meraih impian besar para orangtua murid tersebut, yang telah banyak memakan korban. Jika Okky dkk masih melakukannya, Usman akan membuka kotak hitam para orangtua murid tersebut. Selain itu, ditulis dengan huruf tebal, jika peringatan ini tidak diindahkan, para orangtua murid tersebut nanti akan menanggung akibatnya.

"Saya semakin tidak mengerti isi surat tersebut dan saya kecewa pejabat pemerintah di bidang pendidikan, kok, tutur bahasanya tidak baik," kata Okky.

Dia menambahkan, surat tersebut sama sekali tidak pantas dibuat oleh seorang pejabat. "Surat itu lebih rendah dari anak SD yang membuatnya," kata pria berprofesi sebagai dokter kandungan itu.