JAKARTA, KOMPAS.com - Surat ancaman terbaru yang dikirimkan Kepala Seksi Dinas Pendidikan Dasar Kecamatan Pulogadung, H Usman, kepada dua orang murid SDN RSBI Rawamangun 12, Dr Okky Sofyan dan Drs Tayasmen Kaka, dinilai hanya sebagai pengalihan. Isi surat itu dinilai tidak jelas maksudnya.
Seperti diberitakan sebelumnya di Kompas.com, Jumat (30/7/2010), Dr Okky Sofyan dan Drs Tayasmen Kaka, mendapatkan surat ancaman dari Usman bertepatan dengan unjuk rasa masyarakat di Kantor Dinas Pendidikan Dasar Kecamatan Pulogadung untuk menuntut Usman mundur dari jabatannya, Kamis (29/7/2010).
Okky mengatakan, dirinya sangat menyayangkan isi surat ancaman tersebut. Selain tidak menggunakan tutur bahasa Indonesia yang baik dan benar, ia juga tidak mengerti maksud surat tersebut.
"Saya berharap agar surat tersebut diperbaiki dahulu tutur katanya. Saran saya, atasan Usman kelak memilih seorang pejabat yang tutur bahasanya baik," kata Okky kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Okky menambahkan, sampai hari ini dirinya belum merespon surat tersebut. Alasannya, isi surat dan tutur kata Usman sama sekali tidak dimengerti.
"Saya pun sangat menyayangkan, karena surat ini memilik banyak tembusan antara lain ke ICW, Mendiknas, dan lain-lain," lanjut dia.
Dugaan sementara, kata Okky, surat ini hanya untuk mengalihkan perhatian masyarakat. "Perlu diingat, bahwa kasus ini awalnya adalah kasus korupsi. Saya rasa surat ini hanya untuk mengalihkan saja," ujar Okky.

