Rabu, 23 April 2014

News / Edukasi

Ujian Kemampuan Bahasa Jepang Direvisi!

Rabu, 4 Agustus 2010 | 19:04 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - The Japan Foundation dan Japan Educational Exchange and Services telah merevisi isi dari Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (UKBJ) atau Nihongo Nouryoku Shiken, dan ujian dengan sistem yang baru ini mulai dilaksanakan pada 2010.

Demikian siaran pers diterbitkan The Japan Foundation di Jakarta, Rabu (4/8/2010). Point-poin revisi tersebut antara lain mengukur kemampuan komunikasi verbal untuk menyelesaikan soal selain pada pengetahuan mengenai bahasa Jepang.

"Ujian ini secara bersamaan juga menekankan pada kemampuan bahasa Jepang yang dapat digunakan secara praktis," ujar Humas The Japan Foundation Diana S Nugroho.

Kedua, menambah level ujian dari empat tingkatan menjadi lima tingkatan. Perbandingan level pada sistem ujian baru itu antara lain, pada level N1 peserta dapat mengukur kemampuan sampai dengan level yang lebih tinggi dari ujian level 1 saat ini.

"Batas nilai kelulusannya kira-kira sama dengan ujian saat ini," kata Diana.

Level N2 5 berada kira-kira pada level yang sama dengan ujian level 2 sekarang, sedangkan pada N3 berada di antara level 2 dan level 3 dari ujian yang sekarang. Sementara itu, level N4 berada pada level yang sama dengan ujian level 3 sekarang dan N5 berada pada level yang sama dengan ujian level 4 sekarang.

Pada 2010 ini, UKBJ dengan sistem yang baru ini akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diselenggarakan pada 4 Juli 2010, sedangkan gelombang kedua pada 5 Desember 2010.

Adapun ujian untuk gelombang kedua dilaksanakan di 7 kota, antara lain Padang, Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, serta Denpasar untuk semua level, mulai N1 sampai N5.


Editor : Latief