Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 23:10 WIB
Kuliah Sambil Berbisnis
Jangan Terlena, Kuliah Nomor Satu!
Aprianita | Latief | Rabu, 11 Agustus 2010 | 12:37 WIB
|
Share:

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ
Ibit (24) melayani calon pembeli yang mampir di stannya di pendopo Universitas Sumatera Utara, Senin (24/5). Para mahasiswa tersebut berupaya menjadi wirausaha sejak masih duduk di bangku kuliah.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Tren bisnis atau berwirausaha sambil kuliah semakin banyak digeluti mahasiwa. Hanya, mahasiswa harus sadar, tugas inti mereka adalah menuntut ilmu.

Jangan sampai terlena kemudian kuliah diabaikan. Di sini kita memiliki sistem, jadi bisa kelihatan, siapa mahasiswa yang IPK-nya di bawah angka 2.
-- Firdaus Alamsjah

Demikian diungkapkan Firdaus Alamsjah, Dekan Universitas Bina Nusantara Business School di acara CEO Speaks on Growth di Kampus Binus, Jakarta, Selasa (10/8/2010) malam. "Itu manusiawi jika banyak mahasiswa yang kuliah sambil mencari uang," ungkap Firdaus.

Hanya, kata dia, pendidikan mereka tetap harus dijalankan. Bagaimanapun, lanjut Firdaus, kewajiban mahasiswa adalah menuntut ilmu.

"Jangan sampai terlena kemudian kuliah diabaikan. Di sini kita memiliki sistem, jadi bisa kelihatan, siapa mahasiswa yang sering datang terlambat atau indeks prestasi yang di bawah angka 2. Itu akan kita motivasi lagi untuk kembali belajar," kata Firdaus.

Dia menjelaskan, konsep berwirausaha yang ideal diterapkan di kalangan mahasiswa adalah usaha yang inovatif dan kreatif. "Idenya itu harus fresh dan tidak meniru," ujarnya. 

Firdaus menambahkan, untuk membuat wirausaha yang sukses tidaklah mudah. “Dari 100 persen mahasiwa yang lulus, sebelum wisuda setidaknya sudah 50 persen yang mendapatkan kerja. Kemudian, 6 bulan setelah wisuda berubah menjadi 90 persen sudah bekerja, dan itu tanggung jawab kami," ungkap Firdaus.