Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 23:17 WIB
Merakit Robot
Kenalkan Robot Sejak Dini? Boleh juga...
Aprianita | Latief | Senin, 16 Agustus 2010 | 13:04 WIB
|
Share:
KOMPAS/RADITYA HELABUMI Dua siswa mencoba menjalankan robot yang dapat memindahkan benda, Rabu (17/3), di Sekolah Dasar YPPI 1, Surabaya. Robot sebagai salah satu media belajar terutama pada pelajaran Matematika, Fisika dan pengenalan mekanik telah banyak diminati sekolah dengan memasukkan ke dalam pelajaran ekstrakurikuler ataupun intrakurikuler.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengetahuan tentang robot sebaiknya sudah dikenalkan sejak dini pada anak-anak. Merakit lego menjadi robot misalnya, bisa dijadikan sebagai proses pembelajaran.

Karena merakit lego menjadi robot itu sifatnya masih unfamiliar, sehingga perlu dilakukan pengenalan.
-- Bambang Rusli

“Konsep kita adalah pendidikan dan bukan robot,“ ujar Managing Director Mikrobot, Bambang Rusli, saat menghadiri acara Indonesian Robotic Olympiad (IRO) 2010 di Jakarta, Sabtu (13/8/2010).

Bambang mengungkapkan, seharusnya sekolah-sekolah sudah sejak dini mengenalkan robotik ke anak-anak. “Karena merakit lego menjadi robot itu sifatnya masih unfamiliar, sehingga perlu dilakukan pengenalan,” ungkapnya.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Nurman, salah satu peserta IRO 2010. “Saya belajar lego sudah satu tahun dan sudah mulai familiar untuk anak-anak. Yang kita gunakan lego education, jadi tidak membatasi kreativitas kita,“ ungkap Nurman, perwakilan dari Robotic Center Kelapa Gading.

Nurman menambahkan, jika bisa menang dan sampai di kancah internasional, ia berharap bukan hanya bisa mengenalkan Indonesia, melainkan juga mengenalkan hasil kreasi orisinil mereka merakit robot dengan lego.

Takut elektronik

Bambang mengatakan, membuat robot memang tidak mudah. Rata-rata, anak-anak itu harus memiliki pengetahuan tentang elektronik.

“Biasanya, anak-anak sudah merasa takut begitu melihat alat-alat elektronik, sehingga untuk itulah ajang ini dibuat, setidaknya dapat mengurangi ketakutan anak-anak dalam menggunakan alat-alat elektronik,“ kata Bambang.

Dengan merakit lego sedemikian rupa, lanjut dia, anak-anak bisa membuat sesuatu dalam waktu singkat. Bambang berharap, pemerintah melirik program ini dan bisa memberikan bantuan untuk pengembangan.

“Semoga pemerintah (Kemdiknas) melihat ajang ini, karena percuma jika hanya berbicara tanpa melihat hasilnya sendiri,“ tambahnya.

"Kami harapkan juga feed back-nya bagus dan bisa diterapkan ke banyak anak-anak secara umum, dan tiap tahun semakin banyak anak yang mengikuti ajang ini,” kata Bambang.