M.LATIEF/KOMPAS.COM
Gumilar mengatakan, pendidikan dan politik adalah dua domain yang berbeda dan tidak bisa dicampur adukkan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Indonesia (UI) tidak membatasi dosen-dosennya untuk berkiprah di luar negeri, termasuk di Malaysia sekalipun. Hal ini diungkapkan Rektor UI Prof Gumilar Rusliwa Somantri, saat menghadiri acara buka puasa bersama media, Rabu (1/9/2010), di Jakarta.
"Jika dosen UI mau mengajar di luar negeri atau di Malaysia, kami silahkan saja," lanjut Gumilar.
Gumilar mengungkapkan, pendidikan dan politik adalah dua domain yang berbeda dan tidak bisa dicampur adukkan. "Kita harus bersikap kritis dan jernih dalam hal ini, jangan terbawa urusan politik Malaysia dan Indonesia," lanjut Gumilar.
UI, kata dia, sekarang sudah menaikkan kesejahteraan dosen-dosennya. "Saya jamin, dosen UI tidak ada yang mau mengajar di luar negeri, karena gaji di sini sangat dijamin," ujar Gumilar.
Gumilar menambahkan, jika memang gaji di luar negeri lebih besar, biaya hidup tinggi sama saja sehingga lebih baik mengajar di Indonesia. Saat ini di UI sendiri terdapat dua kategori dosen, yaitu dosen inti pengajaran dan dosen inti peneliti.
"Dosen peneliti itu tugasnya meneliti untuk diterbitkan di jurnal-jurnal internasional dan saat ini sudah ada 200 dosen peneliti. Targetnya 400 dosen," kata Gumilar.

