IESO2010
Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraanya yang keempat yang diikuti peserta dari 19 negara, antara lain AS, Filipina, India, Indonesia, Italia, Jepang, Kamboja, Korea, Kuwait, Maladewa, Nepal, Nigeria, Rumania, Rusia, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Ukraina dan satu negara observer, yakni Perancis.
JAKARTA, KOMPAS.com - Perlu adanya dukungan berbagai pihak atas kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade Ilmu Kebumian Tingkat Internasional atau International Earth Science Olympiad (IESO) ke-4 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, 19 - 28 September 2010.
"Kegiatan ini menyangkut citra dan nama baik Indonesia, sehingga diharapkan dapat terjalin koordinasi yang baik antara panitia pusat maupun daerah dalam mengkoordinasikan acara ini," ucap Kasubdit Kesiswaan Direktorat Pembinaan SMA Kementrian Pendidikan Nasional, Dr Mukhlis Catio, di Jakarta, Senin (6/9/2010).
Sementara itu, Kepala Seksi Bakat dan Prestasi Siswa Direktorat Pembinaan SMA Kemdiknas, Suharlan, menambahkan, setiap event internasional panitia selalu punya moto tri sukses. Pertama sukses penyelenggaraan, kedua sukses peserta, dan ketiga sukses prestasi.
"Ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia dan sangat penting bagi dunia pendidikan kita. Saya berharap peran media pun bisa menyukseskan acara ini dengan menyebarkan informasi kegiatan kepada khalayak luas," ujar Suharlan.
IESO adalah kompetisi siswa tingkat sekolah menengah atas (SMA) di bidang ilmu kebumian yang meliputi geologi, geofisika, oseanografi, meteorologi, serta astronomi. Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraanya yang keempat yang diikuti peserta dari 19 negara, antara lain AS, Filipina, India, Indonesia, Italia, Jepang, Kamboja, Korea, Kuwait, Maladewa, Nepal, Nigeria, Rumania, Rusia, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Ukraina dan satu negara observer, yakni Perancis. Masing-masing negara mengirimkan empat siswa dan 2 orang mentor, dengan total keseluruhan negara berjumlah 77 siswa dan 33 orang mentor (leader).
IESO pertama kali dilaksanakan di Daegu, Korea Selatan, pada 2007 yang dikoordinatori oleh School of Earth and Environmental Sciences, Chungnam National University. Tahun berikutnya, IESO ke-2 dilaksanakan di Filipina dan yang ke-3 berlangsung di Taiwan.

