Jumat, 1 Agustus 2014

News / Regional

Tes Keperawanan Bagi Siswi, Bukan Solusi

Minggu, 26 September 2010 | 21:38 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Ketua DPW Partai Keadilan Provinsi Jambi Henry Mashur menilai wacana penerapan tes keperawanan bagi siswi baru SLTP dan SLTA bukan solusi yang tetap dan tidak dapat diterapkan.

"Penerapan tes keperawanan bagi siswi dalam penerimaan siswa baru (PSB) bukan solusi tepat. Yang paling penting ialah menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini kepada generasi muda, program itu yang perlu diperkuat oleh pemerintah saat ini," katanya Minggu (26/9/2010).

Pernyataan tersebut disampaikan Henry Mansur menanggapi rekannya di DPRD Provinsi Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) yang mewacanakan perlu tes keperawanan bagi siswa dalam PSB.

Menurut Henry, menanamkan nilai-nilai keagamaan merupakan solusi yang tepat untuk menyelamatkan pelajar dari pergaulan bebas dan perbuatan mesum, bukan tes keperawanan bagi calon siswi, cara itu bukan solusi.

Bila anak sudah dibekali agama yang kuat, pengaruh-pengaruh negatif yang dapat menjerumuskan remaja ke dalam pergaulan bebas dapat terhindar dengan sendirinya.

Mereka diyakini akan mejauhi perbuatan maksiat serta enggan untuk mengakses informasi yang berbau pornografi.

Selain itu, mendapatkan pendidikan yang baik merupakan hak bagi setiap pelajar di Jambi, tanpa terkecuali.

Lewat pendidikan, akan menciptakan sumber daya manusia yang handal dan berdaya saing tinggi, apalagi dibekali norma keagamaan yang kuat maka lahirlah generasi muda Jambi yang berkualitas dan berakhlatul karimah.

"Ini yang seharusnya diutamakan. Anak-anak mesti kita bekali nilai-nilai agama, dan pemerintah harus menfokuskan pada program pembinaan spiritual itu. Dengan anggaran yang besar pun tidak masalah. Ini akan menjadi solusi yang tepat untuk saat ini," kata anggota Komisi IV DPRD Jambi itu.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: