Rektor ITB: Tak Perlu BAN-PT Tandingan! - Kompas.com

Rektor ITB: Tak Perlu BAN-PT Tandingan!

Kompas.com - 02/11/2010, 12:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusulan Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) lain dirasakan bukan solusi yang tepat untuk mempercepat proses kinerja kerja BAN-PT. Tidak perlu ada BAN-PT tandingan.

Demikian diungkapkan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Akhmaloka, Selasa (2/11/2010), di Bandung. "Dulu pernah ada wacana sebuah perguruan tinggi boleh mengakreditasi perguruan tinggi lain, tetapi ini jelas tidak etis. Jika dibuat BAN-PT tandingan ini juga tidak bisa," ucap Akhmaloka. 

Menurutnya, cara paling tepat dilakukan menempatkan BAN-PT di wilayah-wilayah tertentu. Seperti instansi perwakilan, BAN-PT tersebut akan mengakreditasi perguruan tinggi di wilayah kerjanya.

Dia menambahkan, tidak heran jika saat ini BAN-PT kewalahan dengan banyaknya permohonan akreditasi. Selama ini semua pekerjaan akreditasi menumpuk di BAN-PT.

"Salah satu penyebabnya bukan karena kekurangan orang, melainkan kekurangan bensin untuk menjalankan orang tersebut," imbuh Akhmaloka.

Akhmaloka mengatakan, jika memang perguruan tinggi diharuskan membayar saat mendaftar akreditasi, hal itu bukan merupakan persoalan. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pendaftaran, sehingga dengan begitu BAN akan dianggap semakin profesional dalam bekerja.

Di sisi lain, mencari asesor yang menilai akreditasi di perguruan tinggi juga sulit. Belum lagi ongkos untuk membiayai asesor ke lapangan dan melakukan pengecekan ulang ke perguruan tinggi yang bersangkutan. Alangkah baiknya, kata Akhmaloka, jika saat penilaian proposal asesor cukup dikirimkan data berupa soft copy.

"Tidak perlu datang ke Jakarta, karena dengan begini akan jauh lebih hemat dan efisien," ungkap Akhmaloka.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah diusulkan membentuk badan akreditasi lain selain BAN-PT untuk mempercepat proses akreditasi. Apalagi jika BAN-PT kewalahan dengan banyaknya permohonan akreditasi.

Usulan tersebut mengemuka dalam workshop akreditasi ”AACSB Processes and Policies Described to Assist Schools in Their Pursuit of Quality of Management Education”, Senin (1/11/2010), di Kampus Prasetya Mulya, Tangerang, Banten. Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Kamanto Sunato, mengaku, penambahan badan akreditasi dan aturan-aturan akreditasi sepenuhnya di tangan Kementerian Pendidikan Nasional karena BAN-PT hanya lembaga pelaksana.

EditorLatief


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM