JAKARTA, KOMPAS.com - Musim hujan selalu membuat was-was anak-anak dan pengurus Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta. Banjir yang mencapai setinggi satu meter tidak saja merepotkan dan menyulitkan anak-anak berkebutuhan khusus (cacat ganda/tunadaksa), tetapi juga merusak barang-barang inventaris yang ada.
"Gedung sekolah yang kami gunakan untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus itu dibangun tahun 1954, dan kalau musim hujan selalu direndam banjir," ujar Ketua I YPAC Jakarta, Purti Muki Reksoprodjo, Jumat (3/12) di Jakarta.
Menurut dia, ada keinginan YPAC untuk membangun baru atau merenovasi gedung sekolah tersebut. Hanya, dana pembangunan itu tergantung hasil penggalangan dana yang akan digelar pada Rabu (8/12/2010), pukul 18.00 WIB, di Usmar Ismail Concert Hall, Kuningan, Jakarta Selatan.
Saat ini, lanjut dia, ada 96 anak didik, mulai TK (sekolah luar biasa/SLB) sampai SMA (SLB). Selain itu, masih di gedung yang sama, juga ada 40 pasien yang sedang menjalani terapi.
"Karena itu, renovasi atau pembangunan gedung baru sangat diperlukan," kata Purti.
Purti menjelaskan, untuk penggalangan dana tersebut YPAC Jakarta berkolaborasi dengan Harry Dharsono dengan judul acara Fiesta For All- Musical and Art to Wear Show, yaitu sebuah Big Fashion Operette -- pertunjukan seni semi opera yang akan menampilkan busana Art-to-Wear karya Harry Darsono Haute Couture serta koleksi Museum Harry Darsono.
Adapun pengisi acara yang ikut terlibat di acara itu adalah tujuh pianis cilik jenius, penyanyi soprano, penyanyi hard rock, jazz, RnB, klasik, Latin Musical & Art to Wear Tableaux, para Istri Duta Besar Negara Sahabat, serta para isteri eksekutif & pengusaha Indonesia, para Kolektor-kolektor dan Haute Couture.
"Tamu yang diundang dalam acara ini pun terdiri dari para duta besar, pengusaha, serta berbagai kalangan masyarakat yang peduli dengan YPAC," imbuh Purti.

