Minggu, 23 November 2014

News / Edukasi

GURU HONORER

Pemerataan, Ajak Guru Honor ke Pedalaman

Kamis, 17 Maret 2011 | 13:43 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Mayoritas guru honorer di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua, bukan berasal dari guru profesional. Hal diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Paniai, Provinsi Papua, Amatus A. Tatogo, pada Rembuk Nasional Pendidikan (Rembuknas) 2011, di Depok, Kamis (17/3/2011).

Hal tersebut, lanjut Amatus, karena selama ini Kabupaten Paniai kekurangan tenaga pengajar maupun lulusan program studi keguruan. Mereka yang menguasai berbagai disiplin ilmu terpaksa ditarik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Namun demikian, kata Amatus, guru honorer tetap harus mengikuti kursus keterampilan untuk menjadi pengajar di bidang-bidang tertentu. Karena ketika para guru tersebut menyelesaikan kursusnya, pemerintah daerah telah menyiapkan program untuk mengangkat mereka menjadi guru tetap dan guru mata pelajaran.

"Setelah menjadi guru tetap, dinas pendidikan mempunyai program bimbingan teknis untuk mengangkat mereka menjadi tenaga dalam bidang kurikulum," tambahnya.

"Kami terus memotivasi dan membimbing guru honorer untuk menjadi guru profesional," ujar Amatus.

Amatus berharap, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) segera merealisasikan program pemerataan guru untuk daerah-daerah seperti Papua dan kawasan pedalaman lainnya. Pemerataan tersebut bisa dilakukan dengan memberikan tenaga pendidikan, serta pengajar berkompeten.

"Karena di pusat banyak yang telah lama menjadi guru honorer tetapi tak kunjung diangkat menjadi guru tetap. Oleh karenanya, jika pemerataan dilakukan peluang menjadi guru tetap di Papua dan daerah pedalaman lainnya lebih besar," papar Amatus.


Editor : Latief