Senin, 24 November 2014

News / Edukasi

SENGKETA YAYASAN

Dikti Ancam Bubarkan Unibo

Senin, 28 Maret 2011 | 17:52 WIB

BONDOWOSO, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Dikti-Kemdiknas) mengancam akan membubarkan Universitas Bondowoso, Jawa Timur, jika kemelut perebutan yayasan tidak kunjung selesai hingga 2 Mei 2011 mendatang. Selain itu, Universitas Bondowoso (Unibo) dilarang menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik 2011/2012.

Ancaman itu disampaikan Dirjen Dikti kepada pengurus Yayasan Pendidikan Gotong Royong Bondowoso melalui surat keputusan nomor 1266/DS.1/T/2011 tanggal 11 Maret 2011. Surat tersebut ditandangani Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Dikti Achmad Jazidi.

"Ini berdasarkan pasal 62 ayat (3) UU Sesdiknas dan pasal 30 huruf Kepmendiknas N0 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. Semua pihak pemangku yayasan dan rektor supaya jangan arogan mempertahankan jabatan. Ketua yayasan dan rektor harus memiliki hati nurani," kata Ahmad Siddiq, mahasiswa Fakultas Hukum Unibo di Bondowoso, Jawa Timur, Senin (28/3/2011).

Mereka yang berseteru harus memikirkan nasib dan masa depan lebih dari 5.000 mahasiswa yang kuliah di Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial Politik. Ancaman Dirjen Dikti itu, kata wakil ketua DPRD Bondowoso H Imam Thahir, jangan dibuat main-main sebab berkaitan masa depan anak didik.

Imam Thahir menambahkan, DPRD Bondowoso sudah memediasi kedua pengurus yayasan dan rektor yang ditunjuk oleh yayasan agar konflik tidak berkepanjangan. Badan Musyawarah DPRD pernah memutuskan konflik itu diselesaikan oleh musyawarah pimpinan daerah, tapi tak berhasil.

"Hari ini Forum Mahasiswa Penyelamat Unibo berencana audensi dengan Rektor Hernanik, tapi beliau tidak bersedia datang seraya menyerahkan surat penolakan," tambah Siddiq.

Ia mengatakan, audensi itu bertujuan untuk meminta klarifikasi surat ancaman Dirjen Dikti Kemediknas yang akan menutup Unibo 2 Mei 2011, namun audensi gagal dilaksanakan. Buntutnya, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi demo.

Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso Purwanto menambahkan, pihaknya berupaya memediasi lagi guna menemukan cara terbaik supaya hasilnya sama-sama menguntungkan atau win-win solution. Unibo juga dapat bantuan APBD. Jika perlu membentuk pansus agar konflik selesai, pihaknya siap bertemu dengan fraksi yang ada.

Saat ini, ada dua pengurus mengaku penanggung jawab Yayasan Pendidikan Gotong Royong Bondowoso, yakni yang saat ini diketuai Alwan dan Suprihanto. Mereka berbeda nomor akta pendirian yayasan itu dan masing-masing pengurus yayasan menunjuk seorang rektor, yakni Edi Basuki dan Hernanik, tapi yang menguasai kampus adalah Hernanik.

"Saya berharap semua legowo dan berfikir tentang kelangsungan pendidikan mahasiswa. Jangan sampai ancaman kementerian pendidikan nasional jadi kenyataan," tutur Imam Thahir.


Editor : Latief