Kamis, 2 Oktober 2014

News / Edukasi

Mix Marketing Communications Magazine

Fikom Unisba, Sekolah Komunikasi Terbaik

Senin, 4 April 2011 | 06:06 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) akhir Maret 2011 lalu meraih penghargaan "The Best School of Communications" berdasarkan survei Mix Marketing Communications Magazine.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung Omod Hasbiansyah kepada Kompas.com hari Minggu (3/4/11) malam menyatakan gembira atas penghargaan ini. Adapun kriteria yang dinilai adalah reputasi, kualitas lulusan, kesesuaian biaya dan manfaat, kesetaraan dengan lembaga pendidikan di luar negeri, lokasi, dan fasilitas

Survei dilakukan terhadap responden dengan objek survei orangtua siswa dan siswa SMA kelas 2 dan 3 di sejumlah wilayah di Indonesia yang berminat terhadap jurusan komunikasi dan manajemen. Survei ini intinya melihat persepsi calon mahasiswa dan orangtuanya tentang perguruan tinggi setara S1 yangmenyelenggarakan studi komunikasi.

Yang dimasukkan dalam penilaian hanya program studi komunikasi yang sudah terakreditasi A, yaitu 24 program, di antara begitu banyak perguruan tinggi (PTN dan PTS) yang menyelenggarakan prodi ilmu komunikasi.

Penyelenggara survei adalah Majalah Mix Marketing Communication. Terdapat 12 belas perguruan tinggi yang terpilih memeroleh penghargaan sebagai "Best Communication School 2011". Di dalamnya, PTN masih mendominasi, seperti UI, ITB (Desain Komunikasi Visual), UGM, Undip, Unpad. Namun, masih banyak pula PTN penyelenggara prodi ilmu komunikasi yang tidak masuk dalam kategori ini.

Fikom Unisba, sebagai salah satu yang terpilih sebagai "Best Communication School 2011”, unsur yang paling unggul terletak pada reputasi, disusul lokasi dan kualitas lulusan.

"Dalam soal reputasi, kami berusaha konsisten dengan spirit keunisbaan yang islami, tapi tidak kolot. Misalnya, adanya mata kuliah yang khas keislaman, juga event-event reguler seperti Pesantren Mahasiswa Baru dan Pesantren Calon Sarjana di mana nilai-nilai softskill dan religius yang inklusif berusaha ditanamkan; bukan pemahaman agama yang sempit dan eksklusif. Selain itu, publikasi ilmiah di kalangan dosen sudah mulai banyak," kata Hasbiansyah.

Soal kualitas lulusan, kata Hasbiansyah, sekarang banyak lulusan Fikom Unisba yang berkiprah di media cetak dan elektronik level nasional maupun internasional, seperti di radio Australia, juga di instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta. Termasuk ada pula yang sukses sebagai entrepreneur.  Untuk lokasi, bertempat di pusat kota Bandung membuat Unisba gampang diakses dan membuka akses untuk mengembangkan jaringan kemitraan dengan lembaga lain.

Survei ini baru berdasarkan pada persepsi responden. Apabila survey persepsi ini dikombinasikan dengan survei yang berdasarkan data factual, Fikom Unisba sangat optimis akan tampak semakin unggul dalam hal fasilitas yaitu:

Fikom Unisba memiliki 6 Laboratorium dengan kelengkapan peralatan yang memadai: (1) Lab Fotografi; (2) Lab Audio-Visual Komunikasi (TV dan Film); (3) Lab Komunikasi Grafis; (4) Lab Radio (yang berfungsi juga sebagai Radio Komunitas, dengan nama Radio Swara Unisba); (5) Lab Multimedia; (6) Lab Simulasi Komunikasi.

Masing-masing lab memiliki semacam kelompok belajar bagi para mahasiswa yang telah lulus praktikum dalam matakuliah terkait. Kelompok belajar ini, selain sebagai ajang latihan dan mengasah keterampilan komunikasi juga beperan sebagai asisten dalam membantu penyelenggaraan praktikum. Untuk keanggotaannya, setiap tahun ada rekrutmen.

"Beberapa PTS dan PTN yang pernah berkunjung ke lab Fikom Unisba (studi banding), menyatakan kekagumannya, karena (menurut pengakuan mereka), mereka belum memiliki lab selengkap yang dimiliki Fikom Unisba. Dan hampir seluruh kelas tempat kuliah sudah dilengkapi infocus yang sudah ditanam di ruangan," jelasnya.

Menurut Hasbiansyah, keunggulan lain Fikom Unisba dari segi reputasi adalah pengembangan sistem kepemimpnan secara kolektif (Dekan, Wakil-wakil Dekan, Ketua Bidang Kajian Jurnalistik, Humas dan Manajemen Komunikasi) yang menghasilkan strong leadership, yang memungkinan terwujudnya iklim akademik dan iklim organisasi yang kondusif.

"Misalnya, dulu, perilaku mahasiswa Fikom terkenal kasar-kasar, sekarang sudah terjadi perubahan signifikan menjadi jauh lebih santun; pakaian lebih rapi, baik yang berjilbab maupun yang tidak berjilbab. Kegiatan lembaga mahasiswa yang tadinya sekadar hura-hura sekarang lebih banyak terarah akademis; hubungan mahasiswa dengan para dosen terbangun lebih egaliter dan santun; relationship di antara para dosen sangat baik; ada seminar intern dosen secara rutin sepanjang semester, seminggu sekali, kecuali pada masa UTS/UAS/liburan," papar Hasbiansyah, lulusan Fikom Universitas Padjadjaran Bandung angkatan 1982. 

Menurut Hasbiansyah, setiap dosen kegiliran mempresentasikan makalah ilmiah; kontrol kualitas yang ketat untuk menghindari kemungkinan adanya penyimpangan yang dilakukan mahasiswa, dosen, dan karyawan, seperti sanksi nyontek waktu ujian mata kuliahnya langsung tdak lulus, dosen yang melanggar kode etik dosen diberi peringatan keras hingga dikeluarkan. "Dalam 10 tahun terakhir ada tiga dosen yang dipecat," katanya.

Selain itu, ungkapnyya, PTS yang terpilih masih didominasi PTS di ibukota, seperti Binus, Trisakti (DKV),Stikom LSSPR. Dalam survei ini, DKV (desain komunikasi visual) dan prodi komunkasi dipandang sbagai satu kelompok ilmu. (KSP)


Editor : Robert Adhi Kusumaputra