Senin, 28 Juli 2014

News / Edukasi

Program Studi

Unsyiah Buka Magister Kebencanaan

Selasa, 19 April 2011 | 22:49 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh membuka Program Studi S2 Magister Kebencanaan mulai tahun ini. Program studi tersebut telah disetujui oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Pendidikan Tinggi melalui surat bernomor 1550/D/T/2010 tertanggal 27 Desember 2010.

Ketua Tim Taskforce Program S2 Magister Kebencanaan, Program Pascasarjana Unsyiah, Sri Adelila Sari mengemukakan, isu kebencanaan saat ini menjadi salah satu isu global. Ilmu kebencanaan sudah diperkenalkan di sekolah-sekolah untuk muatan lokal dan ekstrakurikuler di Aceh.

"Kondisi tersebut semakin menguatkan kebutuhan tenaga ahli, khususnya pendidik, baik S1 maupun S2 dalam masalah kebencanaan. Fakta ini yang mendorong Unsyiah membuka S2 Program Studi Magister Kebencanaan," katanya.

Program ini diinisiasi oleh Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), sebuah pusat riset kebencanaan yang berada di bawah lembaga penelitian Unsyiah. Program studi ini diharapkan dapat menyiapkan dan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan tinggi dalam manajemen bencana, mengingat Unsyiah dan Aceh telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas dalam hal penanganan bencana yang didapatkan dari kejadian gempa dan tsunami dahsyat tahun 2004.

"Program studi ini tidak akan mengikuti format yang sudah umum ditawarkan oleh beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia, yang hanya berkonsentrasi pada satu bidang keahlian saja. Akan tetapi, akan berkonsentrasi pada multidisiplin ilmu dan menjadikannya satu-satunya di Indonesia," tutur Sri.

Dalam proses persiapan pembukaannya sendiri, Unsyiah bekerja sama dengan TDMRC. Juga telah dilakukan beberapa aktivitas advokasi dan pemetaan terkait kebutuhan dan format program studi yang akan ditawarkan ke beberapa lembaga dan institusi terkait di dalam dan luar negeri, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Satuan Kerja Pemerintah Aceh, Universitas Tarumanegara, Universitas Gadjah Mada, Kementerian Pendidikan Nasional, Universitas Kobe, Universitas Fuji Tokoha, dan International Centre for Water Hazard and Risk Management (ICHARM) Tsukuba, Jepang.


Editor : Nasru Alam Aziz