Rabu, 23 April 2014

News / Edukasi

Siswa Nekat Konvoi, Sekolah Tahan Ijazah

Sabtu, 14 Mei 2011 | 17:19 WIB

Baca juga

MALANG, KOMPAS.com — Pengumuman kelulusan tingkat SMA/SMK/MA untuk wilayah Kota Malang, Jawa Timur, serentak akan dilaksanakan pada Senin (16/5/2011). Dinas Pendidikan Kota Malang mengeluarkan larangan kepada para siswa untuk menggelar konvoi.

Dinas Pendidikan menegaskan, jika diketahui ada siswa menggelar konvoi di jalanan, Disdik Kota Malang akan memberikan sanksi tegas, yaitu menahan ijazah para siswa.

"Kalau ketahuan, ijazahnya akan ditahan," tegas Kepala Dinas Kota Malang Sri Wahyuningtyas, Sabtu (14/5/2011).

Menurutnya, pihaknya sudah mengedarkan surat resmi kepada semua kepala sekolah terkait upaya antisipasi konvoi di jalan raya. Beberapa imbauan dari Dispendik itu, antara lain, hasil ujian diumumkan dengan mengundang orangtua atau wali murid atau melalui surat yang ditujukan kepada alamat orangtua siswa bersangkutan.

"Kedua, mengimbau kepada semua orangtua agar pada waktu pengumuman tidak memberi izin kepada anaknya menggunakan sepeda motor sehingga tidak menggelar konvoi bersama teman-temannya," ujarnya.

Selanjutnya, Dispendik juga mengimbau agar siswa menyerahkan baju seragam sekolah secara sukarela untuk disumbangkan kepada murid yang lebih membutuhkan.

"Karena tak sedikit anak warga miskin yang membutuhkan seragam itu, daripada tidak dipakai lagi," katanya.

Ia mengatakan, pengumuman hasil UN SMA/sederajat itu baru akan diumumkan pada Senin siang. Pada Sabtu (14/5/2011) malam, pihak Dispendik bersama perwakilan kepala sekolah akan baru akan menjemput hasil pengumuman UN SMA di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Yuyun juga menyarankan dan sekaligus berharap siswa tidak datang ke sekolah, cukup diwakili oleh orangtua. Hal itu bisa menjadi bentuk antisipasi agar anaknya tidak konvoi.

"Hari ini undangan kepada orangtua siswa mulai disebarkan," kata Wahyuningtyas.

Sementara itu, Ketua PC NU Kota Malang KH Marsuqi Musytamar menyambut baik imbauan Dispendik Kota Malang tersebut.

"Saya sangat setuju siswa yang lulus tak konvoi karena kalau konvoi, rawan mudaratnya (hal tidak baik)," katanya saat dihubungi Kompas.com.

Yang jelas, kata Kiai Marzuqi, pihaknya melarang hal yang mudarat.

"Walaupun konvoi tapi berdampak baik, sah-sah saja. Tapi kalau siswa lulusan yang konvoi, jelas banyak mudaratnya," tegasnya.


Editor : Latief