Senin, 22 Desember 2014

News / Edukasi

Ujian Nasional

Tingkat Kelulusan SMP di Kalsel Naik

Jumat, 3 Juni 2011 | 22:31 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Secara nasional hasil ujian nasional tingkat Sekolah M enengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah di Kalimantan Selatan tahun ini berada pada posisi ke tujuh atau naik satu tingkat dari tahun lalu yang berada pada posisi delapan.

Nilai tertinggi tidak hanya diraih siswa di perkotaan, tapi mulai merata ke daerah yang agak jauh ke dalam.

Hasil Ujian Nasional (UN) yang diterima panitia pelaksana UN menyatakan tingkat kelulusan SMP di Kalsel tahun ini mencapai 99.71 persen (29.553 lulus dan 85 tidak lulus). Sedang tingkat kelulusan MTS 99.80 persen (16.379 lulus dan 32 tidak lulus).

Ketua Pelaksana UN Kalsel Herman Taufan yang dihubungi, Jumat (3/6/2011) mengatakan, salah satu peraih nilai tertinggi adalah Yulika Khairani siswa MTs Model di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dengan nilai 37,40. Siswa lainnya adalah Nahesa Kusumadewi dari SMP1 Banjarbaru dengan nilai 38,00.

Banjarmasin yang notabene kota terbesar di Kalsel mendapat nilai tertinggi pada SMP terbuka, yang diraih Wahyu Pratama M dengan nilai 33,90. "Ini menunjukkan jika prestasi siswa di Kalsel mulai merata, tidak hanya di kota besar saja seperti dulu," ujar Herman.

Menurut Herman membaiknya nilai ujian tahun ini tidak lepas dari kebijakan diakomodirnya nilai sekolah 40 persen dan nilai UN 60 persen. Hal ini cukup meringankan siswa dari sebelumnya yang harus menanggung nilai seorang diri.

Pemerintah provinsi Kalsel sendiri tahun ini menganggarkan Rp 8,6 miliar. Dana itu diperuntukkan sebagai bantuan bagi siswa yang memeroleh nilai tertinggi UN di tingkat kabupaten dan kota, dari jenjang SD hingga SMA. Tujuannya agar mereka bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara itu menyambut kelulusan yang akan berlangsung Sabtu hari ini, Dinas Pendidikan mengimbau para siswa bisa bersikap lebih baik dengan tidak melakukan corat-coret seragam.

Sebelumnya, pada kelulusan SMA lalu, imbauan itu tidak digubris oleh siswa. Tidak sedikit siswa di Banjarmasin dan sejumlah daerah lainnya di Kalsel yang melakukan corat-coret dan konvoi kendaraan.


Editor : Benny N Joewono