Rabu, 20 Agustus 2014

News / Edukasi

Siswa SMP Terbuka Unjuk Keterampilan

Senin, 4 Juli 2011 | 22:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pameran dan unjuk keterampilan dari siswa SMP Terbuka di Indonesia ditampilkan dalam kegiatan Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) Bidang Keterampilan. Pelaksanaan Lomojari ke-9 kali ini diikuti 45 SMP Terbuka dari 14 provinsi mulai 4-8 Juli 2011 di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta.

 

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional Suyanto di Jakarta, Senin (4/7/2011)), mengatakan siswa SMP Terbuka dibekali dengan beragam keterampilan untuk mandiri. "Kepala sekolah dan guru diharapkan bisa mencarikan bapak angkat supaya karya para siswa laku dijual dan membuat pemberdayaan ekonomi anak dan orang tua," kata Suyanto.

SMP Terbuka sederajat dengan SMP reguler. Namun, para isswa yang umumnya berasal dari keluarga tidak ammpu tersebut juga dibekali dengan beragam keterampilan.

Lomojari Bidang Keterampilan diselenggarakan Kemdiknas setiap tahunnya untuk mensosialisasikan SMP Terbuka. Adapun jenis keterampilan yang dipamerkan merupakan wujud dari hasil pelaksanaan program pendidikan keterampilan dan dirancang untuk memberikan bekal kepada para tamatan SMP Terbuka. Rumpun keterampilan Lomojari di antaranya meliputi kriya tekstil, kriya kayu dan anyaman, tata boga, kerajinan, serta busana.

Pada saat ini terdapat 248.432 siswa SMP Terbuka di 2.111 sekolah. Mereka belajar di 7.417 tempat kegiatan belajar (TKB) yang dilayani oleh 26.248 guru bina di sekolah induk dan 15.221 guru pamong. Selama lima tahun masa percepatan penuntasan Program Wajib Belajar Sembilan Tahun pada 2003-2008 yang lalu, SMP Terbuka telah menampung sekitar 50.000 anak usia 13-15 tahun setiap tahunnya.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdiknas Didik Suhardi menyampaikan, lomba khusus keterampilan ini untuk menarik siswa SMP Terbuka belajar lebih giat . Di samping diberikan pelajaran reguler, kata dia, mereka juga diberikan tambahwan keterampilan. "Paling tidak setelah lulus mereka punya keterampilan dasar. Harapannya bekerja masuk dunia kerja sudah siap latih," ujarnya.

Siswa SMP Terbuka belajar secara mandiri selama 3-5 hari di TKB terdekat dengan tempat tinggalnya didampingi guru pamong. Setiap satu atau dua kali dalam seminggu, mereka belajar tatap muka bersama guru bina di SMP negeri terdekat, yang menjadi sekolah induknya.

Setelah tamat, kebanyakan mereka terjun ke dunia kerja atau bekerja membantu orang tua. Untuk itu, sejak 2001 pemerintah merintis Program Pendidikan Keterampilan Pra-vokasi bagi siswa SMP Terbuka. Program ini direncanakan dilaksanakan pada semua SMP Terbuka secara bertahap. Jenis pendidikan keterampilan pra-vokasional yang dipilih dan cara melaksanakannya diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah yang bersangkutan.


Editor : Pepih Nugraha