Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak yang Bertanya, di Mana Indonesia?

Kompas.com, 7 Juli 2011, 10:50 WIB

KOMPAS.com - Kepulangan 101 pelajar Indonesia yang terpilih mengikuti Youth Exchange and Study (YES) yang disponsori Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, membawa sejumlah cerita. Jika Ummu, peserta asal Makassar, Sulawesi Selatan terkesan dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat, lain lagi cerita dan kesan yang dibawa dua peserta lainnya, M Ilyas, siswa SMA Negeri 1 Samarinda, Kalimantan Timur, dan Dian Fadillah Lestari, siswi SMA Negeri 1 Polewali, Sulawesi Barat.

Salah satu cerita yang dikisahkan Ilyas, yang ditempatkan di Pennsylvania, banyak yang bertanya, di mana letak Indonesia. Kehadiran para pelajar ini, salah satunya, mengenalkan Indonesia kepada teman-teman sekolah, keluarga angkat, dan komunitas yang ditemuinya selama berada di sana.

"Umumnya, banyak yang bertanya, Indonesia di mana? Saya jelaskan kepada mereka. Orangtua angkat saya, mungkin sebelumnya sudah dijelaskan oleh pengurus setempat, jadi ketika saya datang, sudah memiliki sedikit gambaran tentang letak geografis Indonesia. Saya juga menjelaskan mengenai budaya Indonesia dan kekayaan yang kita miliki," kata Ilyas kepada Kompas.com, seusai acara penyambutan kepulangan mereka, di @America, Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/7/2011).

Hal lain yang dikagumi keluarga angkatnya, kata Ilyas, adalah hal-hal kecil. "Misalnya, mereka heran ketika melihat saya makan pakai tangan (tidak pakai sendok). Akhirnya mereka mencoba dan katanya nyaman dengan cara itu," ujar dia.

Dari sisi keramahan, menurut dia, meski warga Indonesia selalu dikenal dengan keramahannya, ternyata warga Amerika juga memiliki karakter yang sama. "Mereka juga sangat respek satu sama lain. Meski bertemu dengan orang yang tidak dikenal sama sekali, mereka tetap akan menyapa, 'Hai apa kabar?'. Ini contoh yang baik juga," kisah Ilyas.

Siswa kelas 11 SMA Negeri 1 Samarinda ini juga mengagumi sistem pendidikan di tempat ia bersekolah. Mekanisme belajar sangat teratur dan siswa tidak dipaksa untuk mengerjakan sesuatu, tapi memiliki tanggungjawab dengan apa yang menjadi kewajibannya.

"Orangtua angkat saya menginginkan saya kembali lagi ke sana dan melanjutkan studi yang lebih tinggi di sana," ujar Ilyas, yang bercita-cita menjadi seorang diplomat.

Kisah yang hampir sama juga meluncur dari Dian. Ia ditempatkan di Utah, dan mendapatkan keluarga angkat yang juga seorang Muslim. "Orangtua angkat saya percampuran Timur Tengah. Saya banyak belajar tentang Islam dan agama lainnya, karena mereka sangat moderat," ujar Dian.

Selama hampir setahun di sana, Dian sekolah di Academic for Math and Engineering. "Jadi belajarnya lebih spesifik," kata dia.

Hal yang akan dibagi sekembalinya ke daerah asal, menurut Dian, dia akan menceritakan mengenai pola belajar yang dijalaninya selama di Amerika. "Siswa di sana tidak dipaksa menjadi pintar, tetapi menciptakan suasana belajar yang nyaman supaya apa yang dipelajari tidak cepat lupa. Suasana belajar sangat santai, hubungan antara guru dan siswa lebih cair, tidak ada gap. Waktu belajar untuk satu mata pelajaran cuma 1 jam. Kalau di sekolah saya, satu mata pelajaran bisa tiga jam, berbeda sekali," ujar Dian.

Ke depannya, ia berharap dapat kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar negeri. Tak hanya manfaat bagi diri sendiri, pengalamannya di Amerika mengajarkan Dian untuk turut berbagi tentang hal baik yang dimiliki Indonesia kepada warga setempat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau